18 June 2005

13 Pesan "Pengganti" 4 Sehat 5 Sempurna

Kekurangan ataupun kelebihan gizi sama-sama tidak menunjang kesehatan kita. Suatu survai menyatakan, penyakit degeneratif seperti jantung, kanker diabetes, dll., kini menduduki urutan di atas penyakit infeksi. Selain karena peningkatan usia harapan hidup, juga karena gizi kurang semasa kecil. Dr. Elvina Karyadi, M.Sc., ahli gizi dari FKUI-RSCM, mengungkapkan 13 pesan dasar gizi seimbang yang merupakan kunci menuju hidup sehat sampai tua.
Menyadari bahwa mencegah berbagai penyakit lebih baik dan lebih ekonomis daripada mengobati penyakit, maka faktor-faktor penentu terjadinya suatu penyakit perlu kita kenali dan pahami.
Menurut para pakar, perilaku manusia dan pencemaran lingkungan merupakan dua faktor penyebab tidak langsung berbagai penyakit yang perlu diatasi penanggulangannya. Selain itu untuk pencegahan dini, faktor gizi terhadap proses terjadinya penyakit seiring dengan bertambahnya usia perlu mendapat perhatian. Dengan dukungan gizi yang baik, proses terjadinya penyakit dapat dihambat, dihentikan, bahkan disembuhkan. Namun satu hal yang lebih penting adalah pencegahan terjadinya penyakit yang dapat dilakukan dengan dukungan gizi yang optimal.
Sejak 1950-an kita mengenal pedoman Empat Sehat Lima Sempurna yang masih sering digunakan sampai saat ini. Dengan pengembangan dan penyempurnaan 4 sehat 5 sempurna yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu dan teknologi gizi serta masalah gizi yang ada saat ini, maka sejak 1995 Departemen Kesehatan bersama dengan sektor terkait mengeluarkan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) yang berisi 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang.

Masalah gizi ganda
Masalah gizi ganda tidak hanya terdapat di beberapa negara maju, tetapi gejalanya mulai tampak juga di banyak negara berkembang termasuk Indonesia.
Dengan pergeseran gaya hidup, saat ini sebagian masyarakat kita cenderung menyukai makanan siap santap yang kandungan gizinya tidak seimbang. Rata-rata, makanan jenis ini mengandung lemak dan garam yang tinggi, tetapi kandungan seratnya rendah. Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang melebihi kecukupan gizinya menimbulkan masalah gizi lebih yang terutama terjadi di kalangan masyarakat perkotaan. Di lain pihak, 4 masalah gizi kurang seperti gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY), anemia gizi besi (AGB), kurang vitamin A (KVA), kurang energi protein (KEP) masih tetap merupakan gangguan, khususnya di daerah pedesaan.
Memasuki era Pembangunan Jangka Panjang II (PJP II) ini, Indonesia menghadapi masalah gizi ganda: masalah gizi lebih dan gizi kurang dengan berbagai risiko penyakit yang ditimbulkan.
Melihat laporan dari Survai Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1980 dan 1986, penyakit kardiovaskuler yang tadinya menduduki peringkat penyakit ke-10 saat ini bergeser menjadi ke-8; sedangkan penyakit diare yang semula di peringkat ke-5 kini peringkat ke-9. Hal ini menunjukkan, terjadinya penyakit degeneratif seperti kardiovaskuler cenderung meningkat, sementara masalah penyakit infeksi masih perlu ditanggulangi meskipun prevalensinya cenderung menurun.
Di sisi lain, beberapa studi menunjukkan, seseorang yang mengalami kekurangan gizi sejak kecil seperti berat badan lahir rendah (BBLR), risiko terjadinya penyakit diabetes melitus tak bergantung insulin (NIDDM) dan jantung koroner lebih tinggi daripada seseorang yang lahir dengan berat badan normal. Penelitian Wilkin TJ malah melaporkan, proliferasi sel-sel beta di pankreas sangat dipengaruhi oleh keadaan gizi pada masa janin dan waktu baru lahir. Sehingga bila pada masa itu kebutuhan gizi yang didapat tidak mencukupi, perbanyakan dari sel-sel beta pankreas pun menjadi kurang optimal, dan akibatnya di usia dewasa akan menderita penyakit diabetes (kencing manis).
Studi lain di Hertfordshire, Inggris, pun menunjukkan, bayi yang baru lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kg berisiko lebih tinggi menderita penyakit jantung koroner pada masa dewasanya dibandingkan dengan bayi dengan berat badan lebih dari 2,5 kg.
Melihat beberapa studi di atas, tampak adanya keterkaitan antara kekurangan gizi sejak kecil dengan penyakit degeneratif.
Seseorang yang kekurangan gizi sejak kecil berpotensi menderita beberapa penyakit degeneratif seperti kencing manis, jantung koroner pada usia dewasa nanti.

Makan berlebihan, tidak sehat
Masalah gizi tidak hanya rawan bagi yang daya belinya rendah tetapi juga rawan bagi yang daya belinya cukup dan tinggi. Mengapa demikian? Selain tergantung pada uang, meningkatkan dan memelihara keadaan gizi yang baik pun memerlukan pengetahuan. Orang yang daya belinya cukup dan tinggi dapat membeli semua jenis makanan, sehingga kebiasaan makannya sering berlebihan dan tidak sehat. Akibatnya, kelompok ini mudah terserang penyakit degeneratif seperti darah tinggi, kanker, kencing manis, kegemukan, dsb.
Dengan pengetahuan yang benar mengenai gizi, maka orang akan tahu dan berupaya untuk mengatur pola makannya sedemikian rupa sehingga seimbang: tidak berkekurangan dan tidak berkelebihan, dengan memanfaatkan bahan pangan setempat yang ada.
Jadi, masalah gizi yang timbul - apakah itu gizi kurang atau gizi lebih - sebenarnya disebabkan oleh perilaku seseorang yang salah, yakni tidak adanya ketidakseimbangan antara konsumsi gizi dan kecukupan gizinya.
Sebenarnya, untuk hidup dan meningkatkan kualitas hidup, setiap orang memerlukan 5 kelompok zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral) dalam jumlah cukup, tidak berlebihan dan tidak juga berkekurangan. Di samping itu, manusia juga memerlukan air dan serat untuk memperlancar berbagai proses faali dalam tubuh. Apabila kelompok zat gizi tersebut diuraikan lebih rinci, maka terdapat lebih dari 45 jenis zat gizi.
Dengan mengkonsumi makanan sehari-hari yang beraneka ragam, kekurangan zat gizi pada jenis makanan yang satu akan dilengkapi oleh keunggulan susunan zat gizi jenis makanan lain, sehingga diperoleh masukan zat gizi yang seimbang. Jadi, untuk mencapai masukan zat gizi yang seimbang tidak mungkin dipenuhi hanya oleh satu jenis bahan makanan, melainkan harus terdiri dari aneka ragam bahan makanan. Hal ini berarti ada saling ketergantungan antarzat gizi. Umpamanya, penyerapan yang optimum dari masukan vitamin A memerlukan kehadiran lemak sebagai zat pelarut dan mengangkut vitamin A ke seluruh bagian tubuh. Contoh lain, diperlukan vitamin C cukup dalam makanan untuk meningkatkan penyerapan zat besi (Fe).
Sesuai konsep keterkaitan antarzat gizi, sudah saatnya kini dimasyarakatkan adanya ketergantungan antarzat gizi atau antarberbagai jenis makanan. Setiap jenis makanan memiliki peranan masing-masing dalam menyeimbangkan masukan zat gizi sehari-hari.
Perhatikan peranan berbagai kelompok bahan makanan yang secara jelas tergambar dalam logo gizi seimbang berbentuk kerucut (tumpeng) di sini. Dalam logo tersebut bahan makanan yang dikelompokkan berdasarkan fungsi utama zat gizi, yang dalam ilmu gizi dipopulerkan dengan istilah Tri Guna Makanan:
1. Sumber zat tenaga yaitu padi-padian dan umbi-umbian serta tepung-tepungan yang digambarkan di dasar kerucut.
2. Sumber zat pengatur yaitu sayur dan buah digambarkan pada bagian tengah kerucut.
3. Sumber zat pembangun, yaitu kacang-kacangan, makanan hewani dan hasil olahan, digambarkan pada bagian atas kerucut. Keseimbangan gizi diperoleh apabila hidangan sehari-hari terdiri dari sekaligus tiga kelompok bahan makanan. Dari setiap kelompok dipilih satu atau beberapa jenis bahan makanan.

13 pesan dasar gizi seimbang
Upaya menanggulangi masalah gizi ganda (gizi kurang dan gizi lebih) adalah membiasakan mengkonsumsi hidangan sehari-hari dengan susunan zat gizi yang seimbang. Untuk maksud tersebut, ada 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang, berisi pesan-pesan utama yang perlu diketahui dan dipraktekkan oleh semua orang di semua golongan dan lapisan masyarakat. Di sini dijelaskan bagaimana mengatur agar makanan sehari-hari sehat, seimbang antara kebutuhan tubuh dan kecukupan zat gizinya, serta aman bagi kesehatan.
Kelahiran Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) yang berisi 13 pesan dasar ini merupakan proses dinamisasi dan penjabaran secara rinci dari slogan "Empat Sehat Lima Sempurna" yang sudah mengakar kuat di masyarakat kita. Pedoman ini dibahas pertama kali dalam Widya Karya Pangan dan Gizi ke-V, April 1993. Setelah disepakati dan dikaji ulang dalam beberapa tahap, maka Pesan-Pesan Dasar Gizi Seimbang ini dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Makanlah aneka macam makanan
Selama ini tidak ada satu pun jenis makanan yang mengandung lengkap semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang hidup sehat,
tumbuh kembang dan produktif. Sebab itu, setiap orang perlu mengkonsumsi aneka ragam makanan (kecuali bayi berumur 0 - 4 bulan yang cukup sehat hanya dengan memperoleh ASI). Makanan yang beraneka ragam dijamin dapat memberikan manfaat besar terhadap kesehatan. Sebab zat gizi tertentu, yang tidak terkandung dalam satu jenis bahan makanan, akan dilengkapi oleh zat gizi serupa dari bahan makanan yang lain.
Juga sebaliknya, masing-masing bahan makanan dalam susunan aneka ragam menu seimbang akan saling melengkapi. Kesimpulannya, makan hidangan yang beraneka ragam dapat menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur bagi kebutuhan gizi seseorang.

2. Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi
Setiap orang dianjurkan makan cukup hidangan mengandung sumber zat tenaga atau energi, agar dapat hidup dan melaksanakan kegiatannya sehari-hari, seperti bekerja, belajar, berolah raga, berekreasi, kegiatan sosial, dan kegiatan yang lain.
Kebutuhan energi dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi bahan makanan sumber karbohidrat, protein, dan lemak.

3. Makanlah makanan sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan energi.
Terdapat 2 kelompok karbohidrat, yaitu karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Bahan makanan sumber karbohidrat kompleks adalah padi-padian (beras, jagung, gandum), umbi-umbian
(singkong, ubi jalar, kentang), dan bahan makanan lain yang banyak mengandung karbohidrat (sagu, pisang). Sedangkan gula digolongkan sebagai karbohidrat sederhana yang tidak mengandung gizi lain.
Konsumsi gula sebaiknya dibatasi sampai 5% dari kecukupan energi, atau 3 - 4 sendok makan setiap harinya. Seyogyanya, sekitar 50 - 60% kebutuhan energi diperoleh dari karbohidrat kompleks, atau setara dengan 3 - 4 piring nasi.
Apabila energi yang diperoleh melebihi 60% berasal dari karbohidrat kompleks, maka biasanya kebutuhan protein, vitamin dan mineral sulit dipenuhi.

4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energi.
Lemak dan minyak yang terdapat di dalam makanan berguna untuk meningkatkan jumlah energi, membantu penyerapan vitamin-vitamin A, D, E, dan K, serta menambah lezatnya hidangan.
Konsumsi lemak dan minyak paling sedikit 10% dari kebutuhan energi. Seyogyanya menggunakan lemak dan minyak nabati, misalnya minyak kelapa, minyak jagung, minyak kacang, atau minyak nabati yang lain.
Dianjurkan, konsumsi lemak dan minyak dalam makanan sehari-hari tidak lebih dari 25% dari kebutuhan energi.

5. Gunakan garam beryodium
Garam beriodium adalah garam yang telah diperkaya dengan KIO3 (kalium iodat) sebanyak 30 - 80 ppm. Sesuai dengan Keppres No. 69
tahun 1994, semua garam yang beredar di Indonesia harus mengandung iodium.
Garam beriodium yang dikonsumsi setiap hari bermanfaat untuk mencegah timbulnya Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI). GAKI dapat menghambat perkembangan tingkat kecerdasan pada anak-anak, penyakit gondok endemik dan kretin.
Garam mengandung natrium. Kelebihan konsumsi natrium dapat memicu timbulnya penyakit tekanan darah tinggi. Karena itu hindari konsumsi garam yang berlebihan. Dianjurkan untuk mengkonsumsi garam tidak lebih dari 6 g atau 1 sendok teh setiap harinya.

6. Makanlah makanan sumber zat besi
Kekurangan zat besi dalam makanan sehari-hari secara berkelanjutan dapat menimbulkan penyakit anemia gizi.
Anemia gizi dapat diderita oleh semua golongan umur. Terutama ibu hamil, anak balita, anak sekolah, dan tenaga kerja wanita. Karena itu, konsumsi makanan sumber zat besi perlu diperbanyak. Bahan makanan sumber zat besi antara lain adalah semua sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan, hati, telur, dan daging.
Ibu hamil dan penderita anemia gizi diharuskan mengkonsumsi tablet tambah darah (pil besi) sesuai dengan anjuran.

7. Berikan ASI saja kepada bayi sampai usia 4 bulan
Air susu ibu (ASI) mampu memenuhi kebutuhan gizi bayi untuk tumbuh kembang dan menjadi sehat sampai ia berumur 4 bulan. Kolostrum, yakni ASI yang keluar pada hari pertama, agar diberikan
kepada bayi. Kolostrum mengandung zat kekebalan, vitamin A yang tinggi, lebih kental dan berwarna kekuning-kuningan. Pemberian air gula, air tajin dan makanan pralaktal (sebelum ASI lancar diproduksi) lain harus dihindari.
Setelah bayi berumur 4 bulan, ASI saja tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karenya, setelah lewat umur 4 bulan, bayi perlu mendapat Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). MP-ASI diberikan kepada bayi secara bertahap sesuai dengan pertambahan umur, pertumbuhan badan, dan perkembangan kecerdasannya.
Walaupun demikian, pemberian ASI tetap dilanjutkan sampai anak berumur 24 bulan. Manfaatnya adalah untuk membantu tumbuh kembang anak, mempertahankan dan meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap penyakit infeksi, serta mengakrabkan jalinan kasih sayang ibu dan anaknya secara timbal balik.

8. Biasakan makan pagi
Makan pagi atau sarapan sangat bermanfaat bagi setiap orang. Buat orang dewasa, makan pagi dapat memelihara ketahanan fisik, mempertahankan daya tahan saat bekerja dan meningkatkan produktivitas kerja. Bagi anak sekolah, sarapan dapat memudahkan konsentrasi belajar, menyerap pelajaran, sehingga prestasi belajar pun menjadi lebih baik.
Kebiasaan makan pagi juga membantu seseorang untuk memenuhi kecukupan gizinya sehari-hari. Jenis hidangan untuk makan pagi dapat dipilih dan disusun sesuai dengan keadaan, dan akan lebih baik bila terdiri dari makanan sumber zat tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur.

9. Minumlah air bersih, aman, dan cukup
Air minum harus bersih dan bebas kuman. Karenanya, air minum harus terlebih dulu dididihkan. Sedangkan air minum dalam kemasan, yang banyak beredar di pasaran, juga harus terlebih dulu diproses oleh pabriknya sesuai dengan ketentuan pemerintah dan memenuhi syarat-syarat kesehatan.
Cairan yang dikonsumsi seseorang, terutama air minum, sekurang-kurangnya 2 l atau setara dengan delapan gelas setiap harinya, agar proses faali dalam tubuh berlangsung dengan lancar dan seimbang.

10. Lakukan kegiatan fisik dan olahraga teratur
Kegiatan fisik dan olah raga, secara teratur dan cukup takarannya, dapat membantu mempertahankan derajat kesehatan yang optimal bagi yang bersangkutan.
Kegiatan fisik dan olah raga, yang tidak seimbang dengan energi yang dikonsumsi, dapat mengakibatkan berat badan lebih atau berat badan kurang bagi yang bersangkutan. Untuk mempertahankan berat badan normal, upayakan agar kegiatan fisik dan olah raga selalu seimbang dengan masukan energi yang diperoleh dari makanan sehari-hari. Bila kegiatan sehari-hari kurang gerak fisik, upayakan untuk berolah raga secara teratur dan cukup takarannya atau mencari kegiatan lain yang setara.

11. Hindari minum minuman beralkohol
Kebiasaan minum minuman beralkohol secara berlebihan dapat menimbulkan terhambatnya proses penyerapan zat gizi, hilangnya zat gizi yang penting meskipun orang tersebut mengkonsumsi makanan bergizi dalam jumlah yang cukup, kurang gizi, penyakit gangguan hati serta kerusakan saraf otak dan jaringan. Di samping itu, minum minuman beralkohol dapat menyebabkan ketagihan, mabuk, dan tak mampu mengendalikan diri. Kehilangan kendali diri sering menjadi pencetus tindak kriminal.

12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan
Makanan yang aman adalah yang tidak tercemar, tidak mengandung mikroorganisme atau bakteri, tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya, telah diolah dengan tata cara yang benar sehingga fisik dan zat gizinya tidak rusak, serta tidak bertentangan dengan keyakinan masyarakat.
Makan makanan yang tidak aman dapat menyebabkan gangguan kesehatan, antara lain menderita keracunan makanan yang dapat menyebabkan kematian.

13. Bacalah label pada makanan yang dikemas
Peraturan perundang-undangan menetapkan, setiap produk makanan yang dikemas harus mencatumkan keterangan pada labelnya mengenai: bahan-bahan yang digunakan, susunan (komposisi) zat gizi, tanggal kadaluarsa dan keterangan penting yang lain.
Semua keterangan yang rinci pada label makanan kemas sangat membantu konsumen pada saat memilih dan menggunakannya. Keterangan mengenai susunan zat gizi pada label diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi sesuai dengan keadaan kesehatan konsumen.
Keterangan mengenai tanggal kadaluarsa pada label menunjukkan kelayakan makanan tersebut untuk bisa dimakan atau tidak. Sedangkan keterangan mengenai bahan-bahan, yang terkandung dalam makanan kemas tersebut, memberikan informasi kepada konsumennya untuk menilai halal atau tidaknya makanan tersebut.
Beberapa singkatan yang lazim digunakan dalam label antara lain:

  • MD : Makanan yang dibuat di dalam negeri.
  • ML : Makanan luar negeri (impor).
  • Exp : Tanggal kadaluwarsa, artinya batas waktu makanan tersebut masih layak dikonsumsi. Sesudah tanggal tersebut, makanan tidak layak dikonsumsi.
  • SNI : Standar Nasional Indonesia, yakni keterangan bahwa mutu makanan telah sesuai dengan persyaratan.
  • SP : Sertifikat Penyuluhan.
Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) yang memuat 13 pesan dasar ini diharapkan mampu mempengaruhi setiap orang Indonesia untuk selalu mengkonsumsi hidangan tradisional yang sehat, seimbang dan aman untuk mempertahankan status gizi dan kesehatannya secara optimal sejalan dengan Gerakan Nasional Aku Cinta Makanan Indonesia (ACMI) yang dicanangkan Ibu Negara pada 16 Oktober 1993.

17 June 2005

Gapapa Klo Blom Tau

Belum lama ini saya sempat nongkrong di pelbagai forum Indonesia di jaringan elektronik sedunia, alias Internet. Di sana saya dikejutkan oleh bahasa yang dipakai karena sangat berbeda dengan bahasa Indonesia tertulis yang ditemukan dalam media lain. Kesan saya, bahasa Indonesia tertulis hampir selalu sangat resmi dan mendekati, atau setidaknya mencoba mendekati, bahasa Indonesia baku yang telah disepakati ahli-ahli bahasa. Namun, di forum-forum di Internet, kesan saya ini langsung runtuh karena di sana bentuk-bentuk bahasa yang dapat dianggap baku jarang sekali terlihat. Sebaliknya, di sana tertemukan bentuk bahasa yang, bagi saya setidaknya, kreatif dan baru. Di bawah ini akan saya uraikan beberapa ciri khasnya.

Ciri khas pertama ialah bahwa bentuk bahasa ini sangat mirip dengan bahasa lisan. Maka, tidak tahu menjadi gak tau sedangkan kalau tidak salah menjadi klo gak salah. Selain mirip bahasa lisan, bentuk bahasa ini juga merupakan penyederhanaan tulisan. Dengan kata lain, beberapa kata diperpendek supaya dapat ditulis dengan lebih cepat. Sebuah contoh bagus ialah kata gapapa yang merupakan penyederhanaan dari enggak apa-apa, dan kata lain yang sering dipakai termasuk cw (cewek), dah (sudah), dan mo (mau). Anehnya, terdapat pula beberapa kata yang malah ditambahi satu huruf, dan huruf tambahan ini juga tidak melisankan bentuk bahasa. Perhatikan misalnya kata sih yang dalam bahasa Internet ditulis sebagai sich dan deh yang menjadi dech. Huruf tambahan ini, c, tidak menyederhanakan tulisan dan juga tidak membantu melisankan bentuk bahasa. Dapat diperkirakan bahwa kehadirannya semata-mata disebabkan anggapan pemuda-pemudi bahwa dech kelihatan lebih keren dibandingkan dengan deh.

Selanjutnya, ciri khas kedua ialah bahwa pengaruh Jakarta amat kuat pada bentuk bahasa ini. Keadaan ini dapat disebabkan kenyataan bahwa kebanyakan pengguna forum-forum Internet ialah orang Jakarta, tapi berkemungkinan pula ada alasan lain. Misalnya, orang-orang di pedesaan pun dapat berpartisipasi dalam bentuk kemodernan Indonesia-yang tentunya dipimpin Jakarta-melalui bahasa yang dipengaruhi logat Jakarta ini meski mereka tidak memakainya sehari-hari. Kata yang paling sering mengisyaratkan pengaruh Jakarta ialah gw, yang artinya tidak lain selain gue. Maka, jangan heran jika ada susunan kata seperti ini: klo gw gak setuju atau gw rasa skrg. Kata terakhir ini ialah kependekan sekarang.

Ciri khas ketiga ialah pengaruh dari bahasa Inggris. Pengaruh Inggris ini memang bisa ditemukan di mana-mana di media Indonesia dan dengan demikian tidak bisa dikatakan dimonopoli forum-forum Internet. Walaupun begitu, beberapa contoh patut dikemukakan. Misalnya uda liat cover belakangnya blom? yang artinya ’sudah lihat sampul belakangnya, belum?’, dan gw abstain aja dech yang artinya ’saya memilih untuk tidak mengungkapkan pendapat saja deh’. Terdapat pula sejenis bentuk lisan Inggris dalam beberapa kata, misalkan kata coz yang merupakan kependekan dan penyederhanaan dari kata because, yakni sebab. Kalimat berikut pernah saya lihat di satu forum ponsel: gw seh nunggu banget [satu produk ponsel] coz gw hobi denger music. Berkaitan dengan ini, terpakai pula macam-macam singkatan Inggris atau internasional di Internet di Indonesia, misalnya LOL (laughing out loud ’tertawa dengan terbahak-bahak’), IRL (in real life ’dalam kehidupan nyata’), dan BTW (by the way ’ngomong-ngomong’).

Terdapat pula beberapa ciri lain pada bentuk bahasa ini, misalnya bahwa huruf s terkadang diubah menjadi z (alasan menjadi alazen) dan bahwa huruf q dipakai sebagai ki (kita menjadi qta). Alasan utama sepertinya kekerenan berbahasa.

Dapat diperkirakan bahwa bentuk bahasa ini akan berkembang sangat pesat dan bahwa beberapa bentuk kata akan dibakukan secara informal di dunia gaul di Internet. Sekarang saja kata mo, gw, dan tau misalnya malah seperti sudah termasuk kosakata baku. Enaknya, bentuk bahasa ini cukup mudah ditebak artinya, jadi gapapa klo blom tau sebelumnya.

16 June 2005

Perilaku Anak Muda Jakarta

Anak-anak muda Jakarta selalu punya cara untuk tampil beda, termasuk gaya bahasanya yang mendominasi penggunaan bahasa lisan anak Indonesia.

Banyak orang percaya bahwa anak muda identik dengan aktivitas untuk mencari kesenangan. Anak muda selalu dikaitkan dengan waktu luang, kebebasan dan semangat pemberontakan. Media massa dan industri menciptakan 'kebutuhan' anak muda demi kepentingan pasar, yang dikampanyekan sebagai cara bagi anak-anak muda untuk keluar dari identitas yang diinginkan ofeh orang tua.

Akhirnya budaya anak muda sangat identik dengan penampilan sebagai representasi identitas. Budaya anak muda adalah fesyen, musik dan pesta. Dan tentu, anak-anak muda di kota adalah kelompok yang memiliki akses paling terbuka ke sumber informasi. Mereka memungut informasi di mana saja, dari televisi, majalah, radio bahkan sobekan poster di pinggir jalan. Mereka punya kesempatan untuk memanfaatkan waktu luang di pusat-pusat perbelanjaan, tempat hiburan dan ruang-ruang publik yang memungkinkan mereka untuk melakukan interaksi dan pertukaran informasi.

Anak muda di kota, selalu punya cara untuk tampil beda. Meski tidak selalu orisinil, karena banyak mengadopsi gaya selebritis yang mereka lihat di majalah dan televisi, tapi anak kota selalu berusaha untuk terus memperbarui penampilannya.

Yang disebut penampilan, bukan saja apa yang melekat pada tubuh semata, melainkan juga bagaimana keseluruhan "potensi" dalam diri memungkinkan mereka untuk menampilkan citra diri tertentu. Dan bahasa, dianggap salah satu hal penting yang akan memberikan ciri khusus pada anak kota. Cara, logat dan pilihan kata dalam berbicara, adatah salah satu dari usaha anak kota untuk membentuk citra tertentu melalui penampilannya. Maka mereka punya istilah-istilah tersendiri untuk hal-hal tertentu yang mereka anggap trendi, atau 'gaul', yang kemudian lazim disebut bahasa prokem.

Kita bisa menelusurinya dari bagaimana anak muda dicitrakan di media dari masa ke masa, kemudian bagaimana citra itu merambah ke dalam kehidupan sehari-hari. Dan menarik juga mencermati bagaimana media massa telah menciptakan satu ikon anak muda tertentu pada tiap jaman.

Gaya '80-an

Di Awal '80-an, budaya remaja mulai marak di Indonesia setelah kemunculan tabloid dan majalah khusus remaja, terutama Hal dan Gadis. Tak lama setelahnya, sekitar pertengahan dekade, muncul tokoh Boy, melalui film "Catatan Si Boy"! garapan sutradara Nasri Cheppy, Tokoh Boy diperankan oleh Onky Alexander. Boy digambarkan sebagai anak kota dari kelas atas yang kaya raya, tampan, dandi (penampilannya rapi dan "berkelas"), jagoan (selalu menang kalau berkelahi dengan "musuhnya"), playboy dan pintar. Saat itu, Onky memperkenalkan gaya celana jeans, kaos oblong yang kemudian dibalut kemeja yang tak dikancingkan, Rambutnya rapi, agak mengkilap (disebut gaya wetlook) karena minyak rambut. Boy juga identik dengan mobil mewah berwarna cerah, serta kaca mata hitam yang tak pernah ketinggalan saat ia ada di jalanan. Gaya Boy inilah yang disebut dengan gaya '80-an ala Indonesia.

Itu cowok gaya '80an. Karakter tokoh ceweknya tak jauh beda. Populer, cantik, berdandan modis, cewek baik-baik dan disukai banyak laki-laki. Mereka tampil dengan warna-warna cerah semacam kuning, merah atau oranye, celana model baggy (paha lebar dan menyempit di bagian bawah), memakai banyak aksesoris - kalung, gelang dan anting yang dipakai bersamaan - kemeja longgar yang terkadang ujungnya diikat serta sepatu olah raga yang santai. Pada saat itu, mulai dikenal juga kebiasaan mengecat rambut menjadi berwana kemerahan atau sedikit pirang.

Dalam film ini, anak kota masih bicara dengan bahasa Indonesia yang cukup formal, namun terkesan cukup santai. Mereka masih menggunakan kata "saya" dan "kamu" dalam dialog. Sebenarnya cara mereka bicara dalam film tak terlalu berbeda dengan generasi yang lebih dewasa. Kalimat seperti “Jadi, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" atau "Tunggu ya, nanti malam saya akan jemput kamu!" menjadi dialog yang biasa, yang mungkin akan terasa asing bila didengarkan oleh anak kota Sekarang. "Catatan si Boy" juga memberi kita gambaran bagaimana anak kota menghabiskan waktu luang: clubbing di tempat umum macam Ancol atau Blok M, atau membuat pesta dengan breakdance di dalamnya.

Setelah Boy, muncul tokoh Lupus di akhir '80-an dan awal '90-an. Tokoh ini adalah hasil rekaan Hilman, yang muncul pertama kali sebagai serial di majalah Hai. Lupus muncul sebagai tokoh yang sangat bertolak belakang dengan Boy. Kalau Boy berdandan rapi, Lupus cenderung slenge'an. Rambutnya agak gondrong, dan diberi ciri khas jambul, suka memakai celana jeans, kaos oblong dan kadang kemeja tak dikancingkan, serta sepatu kets. Lupus juga tampak berseberangan dengan Boy dari kelas sosial, ia "cuma" anak seorang pengusaha katering kecil-kecilan yang hidup sederhana. Kalau Boy digambarkan dengan mobil mewah, Lupus naik sepeda balap. Akhirnya Lupus muncul juga di layar lebar. Diperankan oleh Ryan Hidayat, ditemani Nike Ardila sebagai Popi, pacarnya. Secara umum, gaya berpakaian Lupus dkk. dalam film ini tak jauh beda dengan era si Boy. Juga tentang kebiasaan mereka dalam melewatkan waktu luang.

Yang menarik adalah mulai munculnya bahasa slang dan prokem dalam buku dan film-film Lupus. Lupus juga sangat identik dengan remaja yang lucu dan konyol. Jadi jangan heran kalau isi buku ini penuh dengan banyolan. Kata "gua" dan "elu" mulai populer sebagai gaya baru di buku dan film. Mereka juga mulai menggunakan dialog sehari-hari remaja semacam “Jangan gitu dong!" atau "Lu jangan ke mana-mana, tunggu aja di sini, ntar gua balik kokl". Bahasa prokem anak muda juga dicomot dari kelompok-kelompok yang dianggap terpinggir dan kampungan, misalnya dialog warga Betawi asli.

Milenium Ketiga

Menjelang dan di awal abad ke-21 atau awal milenium ketiga, representasi anak kota Indonesia muncul dalam film-film independen. Kebanyakan film ini digarap oleh para sineas muda yang sangat "melek" trend terbaru. Dian Sastro, yang muncul pertama kali di film "Bintang Jatuh", dan kemudian kembali melejit lewat “Ada Apa dengan Cinta", jadi idola baru remaja. Gang ceweknya di “Ada Apa dengan Cinta", memberi gambaran mutakhir tentang anak kota. Mereka berseragam putih abu-abu, dengan rok yang cukup pendek, dan kaos kaki yang hampir mencapai batas lutut. Atasannya menempel ketat di tubuh. Saat ini rambut panjang hitam lurus dan rambut pendek yang tak beraturan jadi "tampilan wajib".

Gaya bahasa era ini tak jauh beda dengan Lupus, kecuali makin diperkaya dengan bahasa prokem, Kebanyakan kata-kata ini digunakan sebagai ungkapan kaget atau seruan. Misalnya, "Najong deh, gue!" yang berarti jijik, atau "Garing!" untuk merespon lelucon yang dianggap tidak lucu. Atau juga "Bete!" untuk menyebut keadaan yang tidak mengaysikkan.

Harus diakui, bahasa anak Jakarta Ian yang selama ini mendominasi penggunaan bahasa lisan anak muda Indonesia. Bagaimana bahasa prokem Jakarta tersebut tersebar? Jawabannya mudah. Ada media massa umum bisa dikatakan berpusat di Jakarta - yang membawa bahasa lisan ini ke seluruh pelosok melalui perangkat-perangkatnya. Menurut Dede Oetomo (1986) peran Jakarta sebagai ibukota, tempat orang-orang Indonesia yang memang atau dianggap paling berkuasa, paling cantik, paling kaya dan sebagainya berada, penting dalam menyebarkan bahasa Indonesia. Media dan perangkatnya - terutama televisi dan radio – telah membuat logat Jakarta menjadi logat yang seolah-olah paling keren dan paling enak didengar. Di Indonesia, bukan hal yang aneh kalau kita mendengar radio-radio di daerah (bukan Jakarta) yang segmennya anak muda, penyiar-penyiarnya berbicara dengan dialekyang seragam. Seolah-olah, kalau tidak memakai gaya Jakarta, itu bukan gaya anak muda.

15 June 2005

Teman Se-Geng Selalu Asyik

Basi enggak sih kalau sudah se-gede gini masih juga tergantung sama ortu? Rasanya pendapat teman jauuuh lebih sip dibanding pendapat mereka. Masalahnya, kalau kedua pendapat itu bertentangan, kita mesti milih yang mana?

Masak sih kita harus selalu dalam pengaruh ortu? Rasanya jauh lebih asyik gabung dengan teman-teman se-geng. Mereka lebih menyenangkan dan seru. Pendapat mereka pun lebih pas buat kita. Tapi kesenangan itu jadi terganggu kalau nilai dan aturan yang asyik itu bertentangan dengan ortu. Hal ini nih yang sering bikin "perang" di rumah.

Menurut para pakar, kita memang sedang dalam usia mencari pengakuan di luar rumah. Kita mencari kesamaan di luar sana. Soalnya, perubahan yang kita alami juga dialami oleh teman-teman. Itulah yang membuat mereka seperti lebih mengerti kita dibanding ortu.

Kita pun jadi lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-teman dibandingkan bersama ortu maupun keluarga lainnya sehingga wajar saja jika tingkah laku dan nilai-nilai yang ada pada kita banyak dipengaruhi oleh kelompok. Meskipun kelihatannya kita sangat bergantung pada teman, bahkan ingin melepaskan diri dari ortu, tetapi pada sisi lain kita masih sangat memerlukan dan bergantung pada ortu. Itulah yang disebut dengan sifat ambivalence atau mendua. Normal banget dialami oleh manusia seusia kita.

Begitu menghadapi masalah berat atau harus mengambil keputusan yang berkaitan dengan masa depan, kita langsung tergantung pada orangtua. Kita butuh pertimbangan mereka, sedangkan untuk urusan gaul, cowok/cewek, dan lain-lain itu, kita lebih tergantung sama teman.

Penerimaan teman sebaya atau teman se-geng memang penting banget. Enggak asyik rasanya kalau kita enggak satu selera dengan banyak orang, beda gaya, cara ngomong enggak gaul, dan masih banyak lagi. Nantinya sih semua itu akan berkurang seiring usia. Nantinya, kita otomatis akan memilih teman yang lebih cocok dan mendukung hidup kita.

Tapi ternyata enggak semua orang begitu, lho. Remaja yang berasal dari keluarga yang terlalu hangat, memberikan perlindungan dan keamanan secara berlebihan, melibatkan ikatan emosi yang sangat kuat, cenderung memengaruhi remaja menjadi malas gaul. Umumnya, remaja ini lebih senang menyendiri atau bergaul dengan orang-orang tertentu saja, bahkan ada juga yang menjadi minder dan sulit berinteraksi dengan teman sebayanya.

Sedangkan keluarga yang tidak memberikan kehangatan dan ikatan emosi kepada anaknya, cenderung memengaruhi remaja untuk berusaha keras mengikatkan diri pada lingkungan lain yang dianggap asyik, dan secara penuh mengikuti aturan kelompok tersebut tanpa membedakan mana tingkah laku yang salah dan benar demi penerimaan kelompok.

Keluarga yang memberikan kehangatan serta ikatan emosi dalam kadar yang tidak berlebihan dan senantiasa memberikan dukungan positif, cenderung membantu remaja mengembangkan ikatan lain di luar keluarga secara lebih baik. Ia mampu menentukan kapan ia harus mengikuti teman se-geng dan kapan harus menolak ajakan dari teman-temannya. Selain itu, ia juga tidak merasa perlu untuk sangat "tergantung" pada teman sebayanya agar keberadaan dirinya diakui. Manusia jenis ini biasanya akan terbebas dari pengaruh negatif.

Untung ruginya persahabatan

Selagi masih remaja, kita perlu terus menjalin persahabatan dengan teman sebaya. Ini adalah salah satu cara untuk mengembangkan diri. Ini nih beberapa manfaatnya:

• Biasanya dengan teman dekat kita bisa berbicara terbuka dan jujur. Hal ini memberikan kemampuan kita untuk peka pada kekuatan, kelemahan, kebutuhan, dan keinginan orang lain. Persahabatan memungkinkan kita untuk saling berbagi dalam banyak hal, termasuk persoalan yang bersifat pribadi. Persahabatan dapat memberikan kesempatan bagi kita untuk menggali dan mengenali diri sendiri.

• Kepekaan kita karena persahabatan akan dapat meningkatkan rasa empati atau dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain. Kebersamaan dengan teman menjadikan kita akan merasa memperoleh dukungan, termasuk saat kita sedang bermasalah atau sewaktu mengalami stres.

• Sikap positif yang ada pada kita seperti disiplin, rajin belajar, patuh pada ortu, bisa ditiru atau diikuti oleh teman se-geng. Kalau kita melakukan hal baik, akan terlihat cool di mata teman.

Selain hal-hal positif yang ditimbulkan dari persahabatan dengan teman sebaya ada juga ternyata aspek negatifnya antara lain:

• Karena ingin diakui atau diterima oleh teman, kita kadang melakukan hal-hal yang kurang pas. Karena takut dibilang aneh, walau salah, kita tetap lebih menerima pendapat teman dibanding pilihan kita sendiri.

• Kita juga jadi suka kemakan tren. Kalau orang lain sering ganti pacar, misalnya, kita pun enggak mau kalah.

• Karena terlalu sering bareng teman, kita jadi enggak punya cukup waktu untuk melakukan hal-hal lain yang menarik. Pun jadi jarang ketemu keluarga.

Teman se-geng

Kelompok sebaya ini biasanya beranggotakan cowok saja, cewek saja, atau campuran. Kalau yang cowok saja biasanya sebagian besar anggotanya tidak terlampau dekat secara emosional, sedangkan kelompok cewek biasanya anggotanya lebih akrab. Kelompok sebaya cowok cenderung lebih banyak berbagi pengalaman petualangan atau topik-topik tertentu yang menarik minat mereka, seperti olahraga, musik, film, dan teknologi. Mereka umumnya jarang berbagi perasaan atau emosi. Sedangkan kelompok sebaya cewek cenderung lebih bisa berbagi pengalaman dan perasaan.

Enggak ada salahnya memilih teman berdasarkan kesamaan minat, nilai-nilai yang sama, yang dapat mengerti dan memberi rasa aman, yang dapat berbagi masalah dan membahas hal-hal yang tidak dapat dibicarakan dengan orang dewasa. Apalagi kalau kita bisa mengambil hal-hal yang positif. Melalui kelompok sebaya kita bisa meningkatkan pengetahuan dan berbuat sesuatu untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain. Dengan menyadari kekuatan kelompok sebaya ini kita bisa menjadikan kelompok sebaya sebagai pendidik sebaya atau peer educator untuk pengetahuan apa saja. Misalnya, dengan memberikan informasi langsung, menjadi motivator untuk kegiatan-kegiatan remaja di sekolah maupun di lingkungan, bahkan memberikan peer counselling atau konselor sebaya. Tentunya untuk itu perlu pelatihan khusus.

Nah, dengan begitu kelompok sebaya ini bisa meningkatkan pengetahuan, kita juga bisa membantu teman-teman sebaya kita yang lagi punya masalah, terus kita juga bisa belajar berorganisasi yang benar, belajar bekerja dan berinteraksi dengan berbagai orang dengan latar belakang yang berbeda. Hal itu pasti banyak manfaatnya kelak buat kita. So, selamat nge-geng!

14 June 2005

7 Hal yang 'Jangan' Saat Melamar

Tahu nggak kalau yang tersirat dari surat itu adalah, ”Kami telah menyuruh office boy menghancurkan surat lamaran Anda.” Sebenarnya, apa, sih, yang salah dengan lamaran dan resume Anda? Inilah beberapa kemungkinannya....

  1. Resume terlalu panjang. Siapa juga yang punya waktu membaca resume sepanjang delapan halaman? Panjang sebuah resume seharusnya satu sampai dua halaman saja. Tak lebih.
  2. Terlalu umum. Tuliskan posisi yang Anda inginkan lebih spesifik, jangan hanya menulis, “Saya ingin melamar untuk posisi apa saja.” Jauh lebih baik kalau Anda menyampaikan maksud Anda secara lebih jelas, mau posisi A, B, atau C.
  3. Serampangan. Ingat, Anda berhadapan dengan orang yang mencari-cari kesalahan. Selalu gunakan kertas yang bersih, licin, dan pilih jenis huruf yang formal (misalnya Arial). Dan cetaklah lamaran Anda selalu dengan tinta hitam.
  4. Sok canggih. Bila mengirim lamaran melalui e-mail, cek dulu apakah attachment Anda (berupa resume) bisa dibuka. Caranya, kirim dulu kepada teman Anda, dan tanyakan hasilnya.
  5. Kurang teliti menulis nama. Jangan langsung berasumsi bahwa nama tujuan Anda itu seorang pria atau seorang wanita. Agar lebih pasti, telepon resepsionis atau sekretaris kantor tersebut untuk mengecek jenis kelamin dan nama lengkap yang bersangkutan.
  6. Alamat e-mail yang aneh-aneh. Bila Anda memiliki alamat e-mail yang telanjur aneh atau kekanak-kanakan, gantilah ketika menulis surat lamaran. Anda takkan dianggap cukup dewasa dan profesional bila alamat e-mail Anda, misalnya, teletubbies@indosat.net.id atau sicantikseksi@cbn.net.id.
  7. Kalimat atau lagu aneh di mesin penjawab atau mailbox. Ganti lagu di mesin penjawab telepon atau kalimat pengantar di mailbox ponsel Anda bila sedang menunggu jawaban lamaran. Bisa-bisa kesempatan lenyap, deh!

13 June 2005

Istilah Gaul yang Perlu Anda Ketahui

Nih Yee...

Ucapan ini terkenal di tahun 1980-an, kalau tidak salah tepatnya November 1985 pertama kali di ucapkan oleh pelawak Diran, kemudian dijadikan bahan lelucon oleh Euis Darliah...

Memble dan Kece
Ini adalah ciptaan khas Jaja Mihardja, di tahun 1986 kemudian di mainkan dalam Film Memble tapi Kece yang diperankan oleh Jaja Mihardja sendiri dan Dorce Gamalama.

Booo........
Ini ucapan populer di pertengahan awal 90-an, pertama dipoplerkan oleh grup GSP, kalau nggak salah Hennyta Tarigan dan Rina Gunawan yang pertama kali mengucapkan, kemudian kata-kata ini pernah di ucapkan dalam lenong rumpi, tapi kata-kata ini populer dalam lingkungan pergaulan di kalangan artis, Titi DJ-lah orang benar-benar mempopulerkan ucapan ini.

Nek...
Setelah kata-kata Boo... tak lama kemudian muncul kata-kata Nek... bagi generasi yang SMA-nya di pertengahan 90-an pasti mengalami bagaimana populernya kata-kata ini, Ucapan Nek...pertama kali di ucapkan oleh Budi Hartadi seorang remaja di kawasan kebayoran yang tinggal sama neneknya, makanya dia sering ngucapin Nek... kebetulan dia latah jadinya setiap ngomong dia ngucapin Nek...Nek...eh lo mau ke menong, Nek itu contohnya si Budi kalo ngomong ke temennya, si Budi ini seneng gaul di wilayah Tjokro, Menteng ...nah kebetulan ada banci menteng yang denger, kemudian si Banci itu ngikutin kata-kata si Budi, so... banyak Banci ngomong gaya Budi, jadi banyak orang mengira kata-kata ini di populerkan oleh para Banci.

Jayus
Di akhir dekade 90-an dan di awal abad 21, ucapan Jayus sangat populer, kata ini artinya lawakan yang nggak lucu, garing atawa tingkah laku yang mau ngelucu tapi nggak lucu orang yang mengucapkan ini adalah kelompok anak SMU yang bergaul di kita! ran Kemang, konon ada seseorang bernama Herman Setiabudhi, dia dipanggil temen-temennya Jayus, soalnya Bapaknya bernama Jayus Kelana seorang pelukis di kawasan Blok M. Si Herman alias Jayus ini kalau ngelawak nggak pernah lucu, temannya yang bernama Sonny Hassan alias Oni Acan sering ngomentarin tiap lawakan yang nggak lucu dengan celetukan Jayus, ucapan Oni Acan inilah yang kemudian diikuti tongkrongannya di daerah Sajam, Kemang lalu kemudian merambat populer di lingkungan PL, dan anak-anak SMU sekitar Melawai. Puncaknya pas ada acara PL Fair2000 kata-kata Jayus ini banyak di ucapkan.

Jaim
Ucapan Jaim ini di populerkan oleh Bapak Drs. Sutoko Purwosasmito, seorang pejabat di sebuah departemen, yang selalu mengucapkan kepada anak buahnya untuk menjaga tingkah laku, pada suatu hari Pak Pur, begitu ia sering dipanggil, berpidato di hadapan anak buahnya untuk Jaim, inilah kutipan kata-katanya saudara-saudara sebagai pegawai negeri kita harus Jaim, apa itu Jaim Jaim itu yah...Jaga Imej itulah awal kata-kata Jaim itu populer, kemudian seorang anak buah Pak Pur, Bapak Dharmawan Sutanto, yang punya anak bernama Santi Indraswara, pernah memarahi Santi untuk gak terlalu ngumbar ama temen-temen cowoknya San...kamu kalo jadi cewek harus Jaim..!!!! Santi bengong dengan muka begonya dia nanya Pa...Jaim it! u apa seh..? Pak Dhar langsung keluar kamar Santi sembari ngomong Jaim itu Jaga Imej... Santi yang masih bengong cuman ngucapin ooooh. Nah hari seninnya Santi pas upacara bendera dia ditugaskan jadi pembaca UUD 1945, diakhir kata dia gak sengaja ngucapin Jaim doooong........ Kepala Sekolahnya langsung noleh ke Santi dan nanya ke Santi apa tuh Jaim Santi dengan santai jawab Jaga Imej...Pak eh Kepala Sekolah dengan muka bego juga cuman ngucapin Ooohh..

Gitu Loooooooooohhh........(GL)
Kata GL pertama kali diucapin oleh Gina Natasha seorang remaja SMP di kawasan Kebayoran, Gina ini punya kakak bernama Ronny Baskara seorang pekerja event organizer, nah si Ronny ini punya temen kantor bernama Siska Utami, pada suatu saat Siska bertandang ke rumah Ronny, pas dia ketemu si Gina, Siska nanya Kakakmu mana si Gina ngejawab di kamar, Gitu Loooohhh.. terus pas di tanya lagi Eh Gina kelas berapa ! sekarang si Gina ngejawab Kelas dua SMP Gitu looohhh.. Yah namanya tamu, Siska trus nanya Gina, kalau yang benerin genteng bocor siapa seh? Gina ngejawab Siapa aja ..Gitu Looohhh sampai sebelas pertanyaan selanjutnya si Gina ngejawab dengan kata-kata Gitu Looohh... Esoknya si Siska di kantor ikut-ikutan latah dia ngucapin kata Gitu Loooohhh... di tiap akhir kalo dia ngomong.

Lembaga Penelitian Bahasa Departemen Pendidikan Nasional

12 June 2005

Sepertinya Saya Mencintai Teman Saya

Bagi Anda penggemar serial Dawson's Creek, pastilah ingat betapa eratnya hubungan antara Dawson dan Joey. Mereka telah berteman sejak kanak hingga remaja. Semuanya berjalan normal saja, begitu alami hingga suatu saat mereka sadar ada cinta pria-wanita yang mereka rasakan. Pernahkah Anda mengalaminya? Atau mungkin sekarang Anda sedang mengalami "cinta berawal dari teman" itu?

Mungkin memang Anda tidak memiliki teman berlawanan jenis yang awet sejak kanak, namun Anda memiliki teman berlawanan jenis di kampus atau kantor atau di lingkungan sosial Anda. Awalnya semua berjalan normal saja, alami dan ya...berteman biasa saja. Anda dan teman tersebut acap saling berbagi cerita tentang keseharian Anda, tentang masalah-masalah atau kebahagiaan Anda. Awalnya Anda hanya cerita betapa banyaknya pekerjaan yang harus Anda selesaikan, mengeluh betapa kesalnya Anda menghadapi kemacetan di jalan, atau bersama menghabiskan sore dengan mengunjungi cafe baru, hingga lama-lama Anda mulai menceritakan kehidupan pribadi Anda.

Seiring terus berjalannya pertemanan, kok Anda mulai merasakan hal lain ya setiap bertemu dengan teman tersebut? Anda semakin merasa ingin terus bertemu dia, ingin ngobrol atau berbagi cerita. Kalau dulu Anda dan teman tersebut bisa bercanda dengan santai, kini Anda mulai malu. Kalau dulu genggaman tangannya saat menyebrangi jalan tidak berarti apa-apa, kini bisa bikin Anda deg-degan. Jika dulu Anda baik-baik saja kalau dia bercerita tentang temannya yang lain, yang berlawanan jenis, kini Anda mulai merasa ups...cemburu!! O,o ada apa ini??

Mungkin, pada tahap ini perasaan Anda terhadap teman tersebut bukanlah lagi sekedar teman. Anda merasa bahwa teman Anda tersebut adalah milik Anda. Nah....bagaimana ini??

Sangatlah dapat dipahami jika antara pria dan wanita dapat timbul cinta, memang begitu yang sewajarnya terjadi, bukan? Memiliki seorang teman yang mengerti baik-buruknya kita, yang selalu bersedia mendengarkan curhat kita, yang bisa bikin kita tertawa terbahak-bahak setiap bertemu dan bisa kita ajak tukar pikiran tentunya sangat menyenangkan. Dan kalau kita jadi mencintainya adalah hal yang wajar. Kini pertanyaannya, mungkinkah kita tetap berteman dengan dia atau jadian saja?

Pikirkan dengan bijak! Itu kuncinya. Pilah baik-buruknya keputusan yang akan Anda ambil. Kalau ternyata teman Anda tersebut juga mencintai Anda, ya....masalahnya "tinggal" bicarakan baik-baik siapkah Anda dan teman tersebut menjalin hubungan sebagai kekasih? Bagaimanapun juga pastinya ada perubahan dalam hubungan tersebut. Jika Anda dan teman Anda merasa siap, go ahead. Namun jika pun Anda dan teman saling mencintai tidak berarti pasti harus jadian. Semuanya kembali kepada Anda berdua.

Jika ternyata teman Anda menganggap anda hanya sebagai teman, itu bagian yang tidak mudah. Dapatkah Anda menerima hal tersebut, bahwa bagaimanapun Anda dan teman Anda hanya akan berteman? Kalau Anda memutuskan untuk tetap berteman, maka Anda harus menyiapkan hati Anda untuk terus berperan sebagai temannya.

Apapun pilihan Anda, yakinkan diri Anda untuk memikirkannya dengan bijak sebelum mengambil keputusan, karena teman yang baik tidak mudah didapat. Jadi pikirkan baik-baik, ya!!