14 May 2005

Wawancara Kerja? Jangan Grogi..!

Saat wawancara pekerjaan seringkali menjadi saat yang mendebarkan. Apalagi bagi anda yang baru pertama kali melakukannya. Biasanya anda akan merasa nervous, grogi, gugup, takut dan sebagainya. Tapi jangan cemas, anda yang baru pertama ataupun sudah beberapa kali wawancara kerja, ikuti kiat ini:

* Berpakaian yang pantas
Perhatikan cara dan gaya berbusana anda saat ingin wawancara kerja. Walaupun belakangan ini busana kerja semakin casual tapi pilihlah busana yang paling pas dan pantas. Yaitu pakaian yang rapih dan sopan. Karena pakaian seperti ini mencerminkan bahwa anda menghargai diri sendiri dan orang lain. Ingat, pakaian yang salah dapat mengurangi rasa percaya diri anda.

* Percaya diri
Walau anda berstatus pencari kerja, bukan berarti anda harus minder dan takut. Jangan merasa seperti terdakwa yang siap diadili saat wawancara kerja berlangsung. Jawablah setiap pertanyaan wawancara dengan ucapan dan sorot mata penuh percaya diri.

* Bersikap tenang
Jangan menunjukkan kepanikan dan kegugupan anda. Cobalah untuk lebih santai dan rileks. Tarik napas dalam-dalam dan hembuskan perlahan-lahan saat anda mulai dilanda rasa panik. Ingat, orang yang tampak panik dan gugup menandakan orang yang tidak pandai mengontrol emosinya. Dan umumnya pihak pewawancara selain mencari karyawan yang kompeten di bidangnya, juga mencari karyawan yang tidak mudah terganggu emosinya.

* Miliki sudut pandang
Bekali diri anda dengan pengetahuan seputar bidang di perusahaan yang anda lamar dan pengetahuan umum lainnya. Dan bersiaplah untuk mendiskusikan banyak hal, mulai dari produk perusahaan sampai mungkin masalah di negeri ini. Jangan ragu untuk mengungkapkan opini anda tentang topik yang sedang dibicarakan.

* Jabat tangan
Berjabat tangan dengan pewawancara saat mulai dan akhir wawancara mencerminkan sikap antusias yang positif. Tapi bukan berarti anda harus berjabat tangan sekuat tenaga. Jabatlah tangan dengan erat tapi tidak terlalu kuat. Aliri keyakinan lewat jabat tangan bahwa anda adalah orang yang dapat diharapkan dan dipercaya.

Dengan hal-hal di atas, setidaknya anda sudah berusaha tampil seprofesional mungkin saat wawancara. Dan hal ini akan memperlancar proses wawancara anda. Jangan lupa berdoa saat memasuki ruangan wawancara. Semoga wawancara anda berlangsung sukses..!

13 May 2005

Asah Inner Beauty, Menebar Pesona

Coba perhatikan teman-teman di lingkungan kantor anda, siapa yang memiliki inner beauty? Emangnya gimana sih orang yang punya inner beauty itu? Mereka yang memiliki inner beauty, secara fisik mungkin biasa-biasa saja atau katakanlah nilainya cuma rata-rata, tapi ada pesona lain yang ia tebarkan. Sehingga penampilannya secara keseluruhan terlihat lebih menarik.

Memang tak dapat dipungkiri, pesona pada diri seseorang seringkali bersumber dari fisik. Artinya anda yang berwajah ganteng, cantik, bertubuh proporsional plus ditunjang pakaian dan penampilan yang keren, akan terlihat menarik. Tapi pesona lahir seperti ini akan luntur manakala tidak didukung oleh pesona dari dalam. Pesona dari dalam itu antara lain intelektual dan perilaku menyangkut etiket dan tata krama menghadapi orang lain. Pesona dari dalam inilah yang kerap disebut kharisma atau ‘inner beauty’.

Memang, inner beauty bukan monopoli kaum hawa aja. Coba aja anda lihat mereka cowok cewek yang penampilannya terlihat keren dan oke dari luar, nggak terlihat menarik lagi ketika otaknya ‘adem’ dan kelakuannya ‘nol’. Mungkin cukup sulit ya kalau anda harus menemukan orang yang menarik mulai dari fisik, intelektual dan perilakunya. Mungkin setelah berpikir keras, anda baru bisa menyebutkan satu atau dua nama rekan kantor anda.

Emang sih memoles daya tarik lahir jauh lebih mudah daripada daya tarik batin. Karena memoles daya tarik lahir bisa dilakukan secara instant dan asal mau ‘membayar’. Bagi cewek-cewek yang merasa penampilannya kurang oke, asal rajin ke salon, poles sana poles sini bisa berubah jadi ‘cling’. Begitu juga bagi yang cowok, asal mau ‘ngerawat’ body, misalnya rajin fitness hingga bodynya ‘berisi’ plus dibalut pakaian yang bagus, secara fisik ia akan tampil menarik.

Tapi ternyata menarik secara lahir saja tidaklah cukup untuk membuat anda tampil sebagai sosok yang mempesona. Dalam hal ini bukan berarti cuma mempesona lawan jenis, tapi mempesona setiap orang yang melihat dan berbicara dengan anda. Jika anda ingin tampil sebagai pribadi yang mempesona luar dalam dan lahir batin, anda membutuhkan waktu dan proses yang tidak sebentar. Tapi jangan cemas, pada dasarnya, semua orang berpotensi untuk memiliki ‘inner beauty’. Asal anda mau mengasahnya anda akan memiliki ‘inner beauty’ dan tampil sebagai sosok yang lebih mempesona.

Lalu, gimana cara ngasah inner beauty? Menurut para psikolog, pertama-tama yang harus anda lakukan adalah berpikir positif terhadap diri sendiri dan orang lain. Berpikir positif diyakini dapat membuat wajah anda lebih bersinar karena apa yang ada di dalam hati dan pikiran anda, akan terpancar di wajah dan mata anda. Makanya jangan sekalipun menyesali kekurangan diri anda. Tapi lebih baik berpikir positif bahwa manusia memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dan hendaknya kelebihan yang ada dapat menutupi kekurangan pada diri anda.

Kemudian asahlah intelektual anda. Dengan wawasan dan pengetahuan yang luas, akan membuat anda memiliki nilai plus di mata rekan-rekan. So pasti anda pun akan terlihat lebih menarik. Selain itu jangan lupa untuk selalu mensyukuri nikmat apapun yang anda peroleh. Karena rasa syukur yang tulus membuat batin anda lebih tentram. Dan ini akan memberi pancaran tersendiri di wajah anda.

Rasa syukur juga membuat anda terhindar dari rasa iri dan dengki. Anda tidak akan merasa ‘keki’ dengan keberhasilan dan kebahagiaan orang lain. Sebaliknya anda akan turut merasa bahagia bila melihat orang lain bahagia. Dan biasakanlah untuk mengulurkan bantuan bagi orang yang membutuhkan. Tentu saja anda harus melakukannya dengan ikhlas.

Hal yang tak kalah penting adalah ‘senyum’. Karena dengan senyum dapat meluluhkan ketegangan jiwa anda. Percaya deh senyum yang tulus tanpa kesan ‘terpaksa’ akan membuat wajah anda lebih bersinar. Ya, pada intinya semua memang harus anda lakukan dengan 'tulus'. Karena apa? karena kesan yang tertangkap oleh kasat mata kadang menipu. Senyum, sikap, kata-kata, perilaku, perhatian, bantuan dan bahasa tubuh masih tergolong 'outer beauty'. Artinya semua hal yang baik tersebut kadang hanya di luar saja. Banyak orang yang melakukannya hanya untuk mencapai kepentingan pribadinya. Padahal di lubuk hatinya ia tidak sebaik di luar. Istilah ngetopnya cuma 'jaim' atau 'jaga image'.

Sedangkan 'inner beauty' mengandung pengertian yang lebih dalam, lebih dari sekedar senyum ramah dan bahasa yang santun. Di baliknya ada ketulusan yang sesungguhnya, tanpa sikap dibuat-buat dan nggak ada pamrih terselubung. Tapi ingat, tetap aja penampilan fisik harus anda perhatikan. Kalau perilaku anda baik, pengetahuan dan wawasan anda oke tapi kalau anda jarang mandi, badan loyo, dan pakaian acak-acakan sama aja bohong.

So, buruan deh asah 'inner beauty' anda, en siap-siap aja menjadi sosok yang mempesona di lingkungan kantor atau di lingkungan manapun anda berada.

12 May 2005

Menghadapi Si Kreatif yang 'Tak Terduga'

Sebagai bos atau pimpinan suatu divisi pekerjaan tentu senang dong memiliki anak buah atau bawahan yang kreatif. Karena mereka yang kreatif umumnya kerap menghasilkan karya yang memuaskan. Tapi ini, konon, orang-orang yang daya kreativitasnya tinggi cenderung eksentrik dan agak-agak semaunya.

Kalau lagi ‘mood’ ia bisa seharian nggak nengok kiri kanan saking asyik dan konsentrasinya bekerja. Dan hebatnya kalau lagi mood, hasil kerjanya bener-bener bagus bahkan kadang lebih bagus dari yang diharapkan. Jeleknya, kalau moodnya lagi nggak bagus, kadang ia sulit banget menyelesaikan satu pekerjaan. Malah kalau moodnya bener-bener ‘ancur’, ia akan menghilang dari peredaran di kantor. Nah kalau begini tentu saja anda sebagai bos akan kewalahan dan kelimpungan karena pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya jadi nggak jelas ‘juntrungannya’.

Sampai saat ini masih sedikit bos yang memahami cara menghadapi karyawan yang kreatif. Nah kalau kebetulan anda bos yang memiliki karyawan yang kreatif sekaligus ‘moody’, anda perlu kiat untuk menghadapinya. Di bawah ini adalah kiatnya:

* Berikan tujuan yang jelas serta tekankan pada tujuan tersebut. Tapi tekanan ini bukan berarti mengekang kebebasan kreatifitas mereka. Untuk itu anda harus meyakinkan mereka yang kreatif bahwa hasil karya mereka memang dibutuhkan. Mereka juga harus ditekankan pada kebutuhan dari produk yang dihasilkan. Pendefinisian masalah secara tepat harus diberikan pada mereka.

* Berikan kritik yang konstruktif dan pujian yang wajar. Ingat, orang-orang yang kreatif selalu haus akan kritik, evaluasi dan pujian. Karena hal ini dapat meningkatkan dan memacu kreatifitasnya. Pengakuan terhadap kreativitasnya akan membuat mereka bangga dan merasa istimewa. Dan kondisi ini akan menyehatkan daya kreatifnya.

* Berikan rasa aman dan nyaman pada mereka dengan menjaga hubungan baik. Kalau perlu akrabkan mereka tanpa mengurangi wibawa anda sebagai bos. Rasa aman dan nyaman yang dirasakan si kreatif dapat mengoptimalkan rasa percaya dirinya yang dapat berpengaruh pada proses kreativitasnya. Ingat, rasa tidak nyaman dan takut hanya akan membuat kreativitas mereka ‘mandul’.

* Bersedialah menjadi pendengar yang baik atas ide-ide kreatifnya. Sekaligus berikan kebebasan untuk mengambil keputusan sendiri, sejauh tidak merugikan anda dan perusahaan. Kadang jika diberi kebebasan, mereka dapat menghasilkan karya yang 'spektakuler'. Pada dasarnya mereka membutuhkan pemimpin yang tidak mengekang tapi juga tak terlalu membebaskan.

* Berikan toleransi pada kegagalan yang dilakukannya. Karena tidak semua gagasan si kreatif bisa diwujudkan dengan baik. Jangan mencela kegagalannya, tapi sebaliknya, besarkan hatinya, bahwa kegagalan ini adalah hal yang manusiawi dan dapat menjadi pelajaran untuk karya mendatang. Karena, seperti yang lainnya, mereka juga membutuhkan toleransi untuk kelemahan pribadinya. Biasanya bagi orang yang kreatif, kegagalan bisa jadi cambuk untuk kesuksesan. Tapi kalau kegagalan yang dilakukannya terjadi beberapa kali, anda perlu menegur dan memberi peringatan yang lebih tegas.

* Hargai aktivitas mereka di luar perusahaan, karena umumnya orang-orang yang kreatif tidak puas hanya beraktivitas di perusahaan. Mereka membutuhkan lingkup yang lebih luas untuk berkreasi. Sepanjang tidak mengganggu pekerjaan di perusahaan, anda tidak berhak melarangnya. Bahkan kadang, dengan kreasinya di luar dapat meningkatkan kualitas kreativitas di perusahaan. Tapi jika aktivitas di luar sampai mengganggu pekerjaan, anda harus menegurnya secara terbuka.

Tentu saja, daftar kiat di atas bukanlah saran yang mutlak. Malah mungkin anda sendiri memiliki kiat yang lebih jitu dalam menghadapi si kreatif yang ‘moody’. Tapi ingat, perlakuan dan perhatian anda yang istimewa terhadap si kreatif bukan berarti anda melupakan anak buah lainnya. Toh mengistimewakan si kreatif bukan berarti anda tidak bijaksana kan?

11 May 2005

Mengefektifkan Keterbatasan Sarana

Di jaman sulit kaya gini, susah juga ya kalau mau 'ngembangin' bisnis. Karena semua mentok di dana dan sarana. Makanya banyak perusahaan yang seolah tinggal menghitung hari. Artinya walau udah berusaha sekuat tenaga untuk bertahan, apa daya tetep aja nggak mampu membendung besarnya biaya produksi dan pengeluaran lainnya. Akhirnya mau nggak mau dana semakin menipis sementara pemasukan semakin 'seret'. Boro-boro mau nambah peralatan atau fasilitas, kalo perlu biar udah 'bobrok' tapi kalau masih bisa digunakan 'nggak' bakal tuh beli baru. Apalagi di perusahaan yang tergolong kecil.

So, kalau memang perusahaan tempat anda bekerja sedang berjuang untuk mempertahankan kelangsungannya, mungkin salah satu caranya adalah dengan menghemat dan mengefektifkan pemakaian fasilitas yang memang sudah terbatas. Bagi anda yang berkepentingan, simak deh:

* Peralatan kerja
Penghematan pemakaian peralatan perlu lebih ditekankan agar biaya tidak semakin membengkak. Misalnya komputer, internet, mesin fax, mesin foto kopi dll. Jangan memakainya untuk kepentingan pribadi. Karena pemakaian untuk pribadi terlebih dalam waktu lama hanyalah suatu pemborosan yang tak masuk di akal.

* Telepon
Salah satu cara untuk menghemat pemakaian telepon adalah dengan cara menggunakan sistem pemutus hubungan (timer). Dengan cara ini dalam hitungan sekian menit pembicaraan di telepon akan terputus. Agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, jika anda menghubungi klien informasikan hal ini bahwa pembicaraan akan terputus dalam hitungan menit. Kalaupun telepon di kantor anda tidak memakai sistem pemutus, biasakan untuk menyusun pembicaraan berdasarkan keperluan. Dan usahakan untuk menghentikan pembicaraan jika semua semua sudah disampaikan. Sehingga pembicaraan tidak akan melantur kemana-mana.

* Kendaraan
Buatlah jadwal pemakaian kendaraan seefektif mungkin. Misalnya dengan membuat jadwal pengiriman barang dan kunjungan sedemikian rupa. Sehingga pemakaian kendaraan kantor dapat lebih efektif dan optimal. Bicarakan masalah ini pada rekan-rekan di kantor, mungkin saja jadwal kegiatan di luar bisa digabung dengan beberapa rekan lain yang memiliki kebutuhan serupa.

* Daur ulang
Kalau memang memungkinkan, peralatan yang biasanya langsung dibuang jika sudah dipakai, kini jangan langsung dibuang. Misalnya disket dan kertas bisa didaur ulang pemakaiannya. Tapi hati-hati jangan sampai pemakaian daur ulang disket menyebabkan hilangnya data yang penting.

Ingat, semua memiliki andil dalam penghematan sarana di kantor. Karena kelangsungan tempat anda mencari nafkah bukan tergantung pada satu individu melainkan semua pihak. So, selamat berhemat.

10 May 2005

Menjaga Intonasi Suara Saat Menelpon

Kegunaan telepon di perkantoran seringkali sangat menentukan kelancaran pekerjaan. Sekali saja sambungan telepon terputus, entah berapa kerugian yang dialami satu perusahaan. Karena melalui telepon, selain memperlancar informasi, juga memperlancar jalannya bisnis. Tak heran jika di setiap perusahaan ada bagian yang khusus menangani telepon-telepon yang masuk, seperti operator, recepsionist, customer service, dll.

Bagi anda yang sebagian besar pekerjaannya menerima dan berbicara di telepon, maka tak berlebihan jika anda perlu mendapatkan ekspresi dan kualitas suara yang maksimal. Memang, kualitas suara yang bagus bukan cuma harus dimiliki seorang penyanyi. Tapi juga wajib dimiliki oleh anda yang banyak mengandalkan telepon dalam pekerjaan sehari-hari. Lalu bagaimana agar kualitas suara anda maksimal? Nah, di bawah ini adalah tips untuk mendapatkan kualitas dan ekspresi suara yang oke:

* Mengatur nafas
Lakukan pengaturan nafas dengan beberapa latihan. Latihan tersebut dapat dilakukan dengan cara: Biasakan menarik dan mengeluarkan nafas dari diafragma. Kemudian tarik nafas lewat hidung, lalu tahan sampai 10 detik. Atau bisa juga anda tarik nafas lewat hidung kemudian keluarkan lewat mulut sambil bersuara atau berkata-kata. Alternatif latihan lainnya adalah dengan menarik nafas lewat hidung kemudian keluarkan lewat mulut sambil berteriak. Jika anda melakukan latihan ini secara teratur, minimal seminggu sekali, suara anda akan lebih jernih dan nafaspun akan lebih panjang.

* Artikulasi
Perhatikan pengucapan kata-kata dan artikulasi ucapan, baik yang berasal dari Bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Berlatihlah untuk mengucapkan kata-kata dengan jelas dan benar. Pengucapan kata-kata yang jelas sangat penting untuk menghindari kesalahpamahan. Latihan ini dilakukan dengan pengucapan vokal dengan baik, misalnya A, I, U, E, O.

* Variasi suara
Suara dengan nada yang terlalu datar dan monoton akan sangat menjemukan bagi pendengarnya. Agar suara anda tidak menjemukan maka anda perlu menggunakan variasi suara. Variasi suara tersebut antara lain dengan melakukan perubahan volume, perubahan nada, perubahan kecepatan berbicara dan menggunakan jeda suara.

* Minum air putih
Perbanyak minum air putih minimal 8 gelas sehari. Setiap kali bangun tidur, usahakan agar anda meneguk air putih terlebih dahulu sebanyak satu gelas, sebelum meminum air jenis lainnya. Air putih diyakini selain dapat menyehatkan tubuh, juga memperindah suara anda. Antara lain, suara anda akan lebih jernih dan jelas.

* Hindari makanan berlemak
Hindari makanan yang banyak mengandung minyak atau lemak seperti goreng-gorengan. Makanan jenis ini akan membuat kualitas suara anda buruk dan serak. Bahkan mungkin anda akan menderita batuk yang sangat mengganggu. Caba anda bayangkan, bagaimana seandainya anda harus berbicara di telephone sementara tenggorokan anda gatal? sangat menyiksa bukan? Lebih baik perbanyak mengkonsumsi buah-buahan segar yang banyak mengandung air. Selain kebutuhan gizi tubuh anda terpenuhi, mengkonsumsi buah dapat akan meningkatkan kualitas suara anda.

Nggak susah kan mengupayakan agar suara anda oke? Toh kualitas suara yang bagus bukan hanya berguna untuk berbicara di telepon, tapi juga diperlukan dalam komunikasi sehari-hari. Apalagi kalau anda mau berbicara dalam rapat, presentasi, seminar, dan lain-lain. Nah bagi anda yang mau memiliki kualitas dan ekspresi suara yang oke, buruan deh ikuti tips tadi.

09 May 2005

Jadilah Pendengar Aktif

Salah satu hal yang membuat anda disukai di lingkungan kantor adalah karena anda bisa berkomunikasi dengan baik dengan siapapun, baik rekan, atasan maupun bawahan. Tapi komunikasi yang dimaksud di sini bukan sekedar berbicara dan ingin selalu didengarkan. Kerelaan mendengar dengan baik apa yang diucapkan lawan bicara juga merupakan bagian dari cara komunikasi yang baik. Tapi tentu saja bukan mendengarkan secara pasif. Melainkan mendengarkan secara aktif.

Mendengar secara aktif maksudnya adalah menunjukkan ekspresi yang antusias, terbuka, memberi komentar, tanggapan sekaligus menyimak. Di bawah ini adalah tips agar anda menjadi pendengar yang aktif:

* Ungkapkan ekspresi perasaan anda saat mendengarkan setiap ucapan lawan bicara. Misalnya dengan membelalakan mata saat anda terkejut, mengerutkan kening ketika anda bingung, dsb. Hal ini menunjukkan bahwa anda memperhatikan setiap kata-katanya dan menghargai lawan bicara.

* Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan bila ucapan lawan bicara kurang jelas. Hal ini membantu anda memperoleh informasi lebih lengkap, sekaligus menunjukkan ketertarikan anda. Contohnya dengan mengatakan, “Selanjutnya bagaimana?”, “Lalu?”, dst. Jangan mengajukan pertanyaan yang berkesan menyelidik. Karena kebanyakan orang akan merasa kurang nyaman jika dihadapkan pada pertanyaan yang menyudutkan.

* Berikan respon atau umpan balik atas pembicaraan yang anda lakukan. Respon tersebut bisa berupa pendapat, dukungan, pujian atau penghargaan. Ini penting untuk menciptakan komunikasi yang seimbang dan interaktif.

* Gunakan bahasa tubuh yang baik. Antara lain dengan tetap mempertahankan ‘eye contact’, untuk menunjukkan bahwa anda cukup antusias sekaligus percaya diri. Usahakan agar tatapan anda tidak terkesan ‘liar’ kesana kemari. Karena hal ini mengesankan bahwa anda jenuh dan tidak tertarik mendengarkan lawan bicara. Hindari juga terlalu banyak menggoyangkan kaki, menggerakkan tangan, menggigit bibir, sering menyibakkan rambut, dan gerakan lain yang menunjukkan bahwa anda sedang gelisah dan jenuh.

* Bersikap fleksibel dalam menghadapi setiap lawan bicara. Artinya sesuaikan gaya komunikasi anda dengan tiap orang. Karena tidak satupun manusia di dunia ini yang berkarakter sama. Tetapi tentu saja fleksibelitas anda tanpa kesan dibuat-buat dan tetaplah menjadi diri sendiri.

* Jangan menolak perbedaan pendapat. Seandainya anda tidak setuju dengan pendapatnya, jangan menunjukkan sikap yang defensif. Hargailah perbedaan pendapat dengan tidak merubah pendapat anda. Misalnya, “Ya memang demikian, tapi menurut saya begini….”.

Bagaimana..? mudahkan menjadi pendengar yang aktif. Percaya deh, kalau anda mau mengikuti tips di atas, orang lain akan merasa nyaman berbicara dengan anda. En jangan lupa, dengan komunikasi yang baik juga dapat memuluskan karir anda...!

08 May 2005

Hal Kecil yang 'Memangkas' Waktu Anda

'Time is money', 'waktu adalah uang'. Ungkapan ini pas banget bagi anda yang setiap harinya diburu-buru pekerjaan dan 'deadline'. Apa hubungannya? Iya soalnya anda dibayar alias digaji atas waktu yang anda gunakan untuk bekerja di kantor. Karena nggak mungkin juga kan kalo anda makan 'gaji buta'? Makanya setiap detik di kantor adalah waktu yang sangat berharga.

Untuk itu anda perlu memanfaatkan waktu di kantor seefektif mungkin. Tapi masalahnya, kadang anda tidak menyadari ada hal-hal kecil yang ternyata cukup mengganggu waktu anda dalam menyelesaikan 'kerjaan'. Tau nggak apa aja sih hal kecil yang mengganggu itu? Di bawah ini adalah daftar hal-hal kecil yang 'berpartisipasi' dalam memangkas waktu kerja dan menghambat selesainya pekerjaan anda :

* telepon
Banyaknya telepon masuk untuk bicara dengan anda, mau nggak mau akan mengurangi kualitas waktu anda dalam bekerja. So, bersikaplah selektif dalam menerima telepon. Jangan menerima telepon-telepon tidak penting yang datang dari teman-teman anda. Sibuk berhaha hihi di telepon dengan teman kadang membuat anda lupa waktu dan membuat pekerjaan anda 'terbengkalai'. Untuk itu, pesankan pada operator untuk menyeleksi telepon yang penting dan tidak penting. Mungkin untuk hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan, anda bisa menerimanya.

* Ponsel
Jika anda sedang membutuhkan konsentrasi penuh dalam menyelesaikan pekerjaan, misalnya anda sedang dikejar target dan 'deadline', lebih baik matikan saja ponsel anda. Untuk mengantisipasi hal-hal yang penting, sebaiknya aktifkan 'voice mail' di ponsel anda.

* Email
Jangan membuang-buang waktu hanya untuk membalas email-email tak penting. Begitu tau email itu tak ada hubungannya dengan pekerjaan, lewatkan saja. Anda baru bisa melakukannya jika waktu anda cukup luang.

* Makan siang terlalu lama
Umumnya waktu istirahat makan siang adalah satu jam. Tapi kadang, waktu satu jam itu terasa kurang karena waktu makan siang sering dijadikan 'moment' untuk 'ngobrol' dengan rekan-rekan kantor anda. Hingga tak jarang, waktu satu jam itu molor sampai 30 menit bahkan satu jam dari waktu yang ditentukan. Tentu saja waktu anda bekerja banyak berkurang hanya untuk kepentingan 'ngobrol'. Ingatkan diri anda sendiri untuk segera beranjak dari acara makan siang begitu anda selesai makan. Memang bersosialisasi dan berinteraksi dengan rekan di lingkungan kantor cukup penting, tapi tentu saja anda harus tahu batas waktu.

* Ngobrol dengan teman
Jangan sekalipun tergoda menghampiri meja rekan anda ketika anda tengah membutuhkan konsentrasi. Sebaliknya jika teman anda yang menghampiri meja anda, katakan saja bahwa anda baru bisa 'ngobrol' di waktu istirahat atau pulang kantor.

Dengan menghindari gangguan-gangguan di atas, diharapkan anda akan lebih konsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Dan waktu anda di kantor nggak sia-sia kan...? Selamat konsentrasi!