21 May 2005

Kecerdasan Emosional

Dorongan Melakukan Tindakan
Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak rencana seketika untuk mengatasi masalah yang ditanamkan secara berangsur – angsur yang terkait dengan pengalaman dari waktu – kewaktu. Kata emosi berasal dari bahasa latin yang berarti movere yang diartikan bergerak/ menggerakan dan menjauh. Lebih lanjut dalam kamus bahasa inggris Oxford mendefinisikan emosi sebagai suatu kegiatan atau pergolakan pikiran, suatu keadaan biologisdan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak.

Mengenali jenis – jenis emosi
Kita seringkali mendengar kata – kata emosi namun terkadang kita sulit mengartikan arti kata tersebut. Bentuk emosi yang muncul kerap di rasakan atas sikap yang ditampilkan atas dasar suasana perasaan saat itu. Alangkah baiknya sebelum kita mengenal beberapa contoh emosi yang sering kita rasakan menurut Daniel goleman dalam bukunya yang berjudul kecerdasan emosional, emosi terbagi menjadi :

- Amarah, seperti mengamuk, bengis, benci, jengkel, kesal hati rasa. terganggu, seperti rasa pahit tersinggung merasa hebat dsb.
- Kesedihan, seperti pedih, sedih, asa, kalau, depresi berat.
- Rasa takut , seperti cemas, takut, gugup, khawatir, waspada, tidak senang,tidak tenang, was was, fobia, dan panik.
- Kenikmatan, sepertibahagia, gembira, riangan , puas, terhibur, bangga, takjub, senang sekali, dsb.
- Cinta, seperti penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, kasih.
- Terkejut, takjub terpana dsb.
- Jengkel hina, jijik, mual, benci, tidak suka, mau muntah dsb,
- Malu, rasa salah, malu hati, kesal hati hina, aib, hancur lebur.

Uraian diatas hanyalah sebagian dari garis besar emosi itu sendiri. Ada begitu banyak emosi yang seringkali kita rasakan, hal ini muncul dikarenakan emosi yang kita rasakan begitu bervariasi dengan campuran emosi satu dengan yang lain, emosi yang begitu cepat berubah dsb.

Apakah Kecerdasan Emosional Itu ?

Saya teringat ketika seorang Pakar Manajemen Strategik di Indonesia yan juga seorang Doktor. Ketika masih kuliah S1 ia merasa kurang pandai secara IQ maupun secara akademis dapat dikatakan “ngepas” ia hanya masuk kuliah hanya dengan kehadiran sekedarnya. Begitu pula ujiannya dan hasil kelulusan S1 nya pun pas – pas an. Semasa kuliahnya ia hanya belajar dengan meminjam catatan dari teman – temannya. Walalupun demikian semasa kuliahnnya ia habiskan untuk bermain dengan teman – teman baik itu di kampus maupun di lingkungannya. Walalupun demikian ia memiliki kesadaran, kepercayaan diri bahwa ia akan berhasil suatu saat nanti. Sampai suatu ketika ia ditawarkan untuk melanjutkan kuliah dengan beasiswa.

Kecerdasan akademis bukan satu – satunya jalan seseorang untuk dapat menuju keberhasilan. Kepandaian secara IQ tidak menjamin individu akan dapat dengan mudah mencapai impiannya/cita – citanya.
John Mayer, psikolog dari University of New Hampshire, mendefinisikan kecerdasan emosi yaitu kemampuan untuk memahami emosi orang lain dan cara mengendalikan emosi diri sendiri. Lebih lanjut pakar psikologi Cooper dan Sawaf (1998) mengatakan bahwa kecerdasan emosional kemampuan merasakan, memahami, dan secara selektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi dan pengaruh yang manusiawi. Kecerdasan emosi menuntut penilikan perasaan, untuk belajar mengakui, menghargai perasaan pada diri dan orang lain serta menanggapinya dengan tepat, menerapkan secara efektif energi emosi dalam kehidupan sehari-hari

Dapat disimpulkan Kecerdasan emosi dapat diartikan kemampuan untuk mengenali, mengelola, dan mengekspresikan dengan tepat, termasuk untuk memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, serta membina hubungan dengan orang lain. Jelas bila seorang indiovidu mempunyai kecerdasan emosi tinggi, dapat hidup lebih bahagia dan sukses karena percaya diri serta mampu menguasai emosi atau mempunyai kesehatan mental yang baik.
Walaupun demikian masing masing faktor tersebut merupakan gambaran agar dapat mendefinisikan dan menggambarkan suatu emosi yang kita rasakan. Misalnya jika anda merasakan suatu perasaan yang berbaur campur benci, takut dan sedih ? bagaimana kita menangkap emosi yang sedang dirasakan ? sulit bagi kita untuk menangkap emosi tersebut namun beberapa penelitian di University of California di sanfransisco mereka menyatakan bahwa ekspresi wajah, gesture tubuh dapat dijadikan identifikasi awal kita untuk melakukan identifikasi emosi yang sedang dirasakan saat itu.


Untuk mengembangkan keterampilan kecerdasan emosional kita pakar psikologi Salovey memeberikan beberapa arahan agar kita dapat mengenali dan mengembangkan kecerdasan emosi kita seperti :

1. Mengenali emosi diri kesadaran diri , menegenali perasaan sewaktu perasaan yang dirasakan terjadi merupakan dasar kecerdassan emosional. kemampuan untuk memantau peraaan dari waktu kewaktu merupakan hal penting bagi pemahahaman diri. Ketidakmampuan mencermati perasaan kita sesungguhnya menempatkan kita dalam lingkungan perasaan. Orang yang memiliki kenyakinan yang lebih tentang perasaannya adalah bagaikan seorang pilot yang canggih mampu mengenali kepekaan lebih tinggi akan keadaan emosi yang dirasakan saat itu.

2. Mengelola emosi, menangani perasan agar dapat terungkap dengan pas adalah kecakapan yang tergantung pada keasadaran diri. kemampuan untuk menghibur diri , melepasakan kecemasan kemurungan atau ketersinggungan, atau akibat – akibat yang muncul karena kegagalan keterampilan emosional dasar ini.

3. Memotivasi diri, penataan emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan adalah hal yang sangat penting dalam keterkaitan memberi perhatian untuk memotivasi diri sendiridan menguasai diri serta ia mampu melakukan kreasi secara bebas. Pengendalian emosi seperti menahan diri terhadap suatu kepuasaan dan pengendalian dorongan hati sebagai landasan. Keberhasilan dalam berbagai bidang.

4. Memahami emosi orang lain, Kita sering mendengar Kata empat, adalah kemampuan yang juga bergantung pada kesadaaran diri emosional, merupakan keterampilan bergaul/ berinteraksi dengan orang lain. Jika kita diberikan kemampuan empati yang tinggi situasi demikian dapat mengarakan pekerjaan yang cocok untuk individu seperti ini seperti bidang keperawatan, mengajar, penjualan dan manajemen.

5. Membina hubungan,Setelah kita melakukan identifikasi kemudian kita mampu mengenali, hal lain yang perlu dilakukan untuk dapat mengembangkan kecerdsan emosional yaitu dengan memelihara hubungan dengan membina hubungan tersebut. Keterampilan membina hubungan merupakan bagiandari keterampilan sosial hal ini dapat menunjang kita dalam mengembangkan pergaulan. Hal ini dapat dilakukan dengan kita melakukan komunikasi

6. Berkomunikasi “dengan jiwa “, Tidak hanya menjadi pembicara terkadang kita harus memberikan waktu lawan bicara untuk berbicara juga dengan demikian posisikan diri kita menjadi pendengar dan penanya yang baik dengan hal ini kita diharapkan mempu membedakan antara apa yang dilakukan atau yang dikatakan seseorang dengan reaksi atau penilaian. Ingat kita diberikan dua buah telinga dan satu mulut banyaklah mendengar sedikitlah berbicara dengan demikian kita mampu memahami apa yang orang lain inginkan, sehingga kita mampu memposisikan diri kita pada situasi dan kondisi yang tepat.

Siapapun bisa marah – marah itu mudah, tapi marah pada orang tepat dengan kadar yang sesuai pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar dan dengan cara yang baik bukanlah hal yang mudah. "Aristoeles"

20 May 2005

Motivasi

Jenderal Norman Schwarzkopff, pemimpin Sekutu semasa Perang Teluk menunjukkan bahwa seorang pemimpin dalam militer yang memiliki wewenang untuk memaksakan kepatuhan, biasanya adalah seorang motivator yang buruk. Pada prinsipnya, jika kita selalu menggunakan pendekatan kekuasaan untuk memaksa orang lain melakukan sesuatu, maka organisasi kita tidak akan bertahan lama. Jika ada sedikit kesempatan, maka orang-orang dalam organisasi kita akan keluar atau paling tidak kinerja (performance) mereka jauh dari yang kita harapkan. Banyak sekali organisasi atau perusahaan mengalami turnover yang besar karena pegawainya tidak memiliki motivasi yang benar.

Hubungan Motivasi dengan Emosi
Kemampuan seorang pemimpin untuk memotivasi anggota timnya sangat dipengaruhi oleh kecerdasan emosinya (EQ-nya). Paling tidak (sebagaimana pernah kita bahas dalam edisi Mandiri 13 tentang Manajemen Emosi) ada enam keterampilan yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin, sebelum dia dapat memimpin orang lain, yaitu:

Mengenali emosi diri
Keterampilan ini meliputi kemampuan kita untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya kita rasakan. Setiap kali suatu emosi tertentu muncul dalam pikiran, kita harus dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan. Ketidakmampuan untuk mengenali perasaan membuat kita berada dalam kekuasaan emosi kita, artinya kita kehilangan kendali atas perasaan kita yang pada gilirannya membuat kita kehilangan kendali atas diri dan hidup kita.

Mengelola emosi diri sendiri
Ada beberapa langkah dalam mengelola emosi diri sendiri, yaitu: pertama adalah menghargai emosi dan menyadari dukungannya kepada kita. Kedua berusaha mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa kita pernah berhasil menangani emosi ini sebelumnya. Ketiga adalah dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya. Kemampuan kita mengelola emosi adalah bentuk pengendalian diri (self controlled) yang paling penting dalam manajemen diri, karena kitalah sesungguhnya yang mengendalikan emosi atau perasaan kita, bukan sebaliknya.

Memotivasi diri sendiri
Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri (achievement motivation). Kendali diri emosional – menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati – adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang. Keterampilan memotivasi diri memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki keterampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apa pun yang mereka kerjakan.

Mengenali emosi orang lain
Mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Penguasaan keterampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut Covey sebagai komunikasi empatik. Berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti. Keterampilan ini merupakan dasar dalam berhubungan dengan manusia secara efektif.

Mengelola emosi orang lain
Jika keterampilan mengenali emosi orang lain merupakan dasar dalam berhubungan antarpribadi, maka keterampilan mengelola emosi orang lain merupakan pilar dalam membina hubungan dengan orang lain. Manusia adalah makhluk emosional. Semua hubungan sebagian besar dibangun atas dasar emosi yang muncul dari interaksi antarmanusia. Keterampilan mengelola emosi orang lain merupakan kemampuan yang dahsyat jika kita dapat mengoptimalkannya. Sehingga kita mampu membangun hubungan antarpribadi yang kokoh dan berkelanjutan. Dalam dunia industri hubungan antarkorporasi atau organisasi sebenarnya dibangun atas hubungan antarindividu. Semakin tinggi kemampuan individu dalam organisasi untuk mengelola emosi orang lain (baca: membina hubungan yang efektif dengan pihak lain) semakin tinggi kinerja organisasi itu secara keseluruhan.

Memotivasi orang lain
Keterampilan memotivasi orang lain adalah kelanjutan dari keterampilan mengenali dan mengelola emosi orang lain. Keterampilan ini adalah bentuk lain dari kemampuan kepemimpinan, yaitu kemampuan menginspirasi, mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan membangun kerja sama tim yang tangguh dan handal.

3 Jenis Motivasi
Jadi memotivasi orang lain, bukan sekadar mendorong atau bahkan memerintahkan seseorang melakukan sesuatu, melainkan sebuah seni yang melibatkan berbagai kemampuan dalam mengenali dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain. Paling tidak kita harus tahu bahwa seseorang melakukan sesuatu karena didorong oleh motivasinya. Ada tiga jenis atau tingkatan motivasi seseorang, yaitu: pertama, motivasi yang didasarkan atas ketakutan (fear motivation). Dia melakukan sesuatu karena takut jika tidak maka sesuatu yang buruk akan terjadi, misalnya orang patuh pada bos karena takut dipecat, orang membeli polis asuransi karena takut jika terjadi apa-apa dengannya, anak-istrinya akan menderita.
Motivasi kedua adalah karena ingin mencapai sesuatu (achievement motivation). Motivasi ini jauh lebih baik dari motivasi yang pertama, karena sudah ada tujuan di dalamnya. Seseorang mau melakukan sesuatu karena dia ingin mencapai suatu sasaran atau prestasi tertentu. Sedangkan motivasi yang ketiga adalah motivasi yang didorong oleh kekuatan dari dalam (inner motivation), yaitu karena didasarkan oleh misi atau tujuan hidupnya. Seseorang yang telah menemukan misi hidupnya bekerja berdasarkan nilai (values) yang diyakininya. Nilai-nilai itu bisa berupa rasa kasih (love) pada sesama atau ingin memiliki makna dalam menjalani hidupnya. Orang yang memiliki motivasi seperti ini biasanya memiliki visi yang jauh ke depan. Baginya bekerja bukan sekadar untuk memperoleh sesuatu (uang, harga diri, kebanggaan, prestasi) tetapi adalah proses belajar dan proses yang harus dilaluinya untuk mencapai misi hidupnya.
Dalam buku The One Minute Manager, kedua penulis (Kenneth Blanchard dan Spencer Johnson) merangkum topik bahasan kita mengenai motivasi ini dalam sebuah ilustrasi yang amat menarik mengenai Manajer Satu Menit. Untuk menjadi manajer yang efektif dan dapat memotivasi anak buah untuk mencapai sasaran perusahaan, maka ada tiga hal yang harus dilakukan.
Pertama adalah membangkitkan inner motivation dari orang yang dipimpinnya dengan menetapkan berbagi misi atau sasaran yang akan dicapai. Kita sebagai pemimpin perlu berbagi dengan tim kita untuk secara bersama melihat visi secara jelas dan mengapa kita melakukannya. Motivasi yang benar akan tumbuh dengan sendirinya ketika seseorang telah dapat melihat visi yang jauh lebih besar dari sekadar pencapaian target. Sehingga setiap orang dalam organisasi kita dapat bekerja dengan lebih efektif karena didorong oleh motivasi dari dalam dirinya.
Hal kedua dan ketiga yang perlu dilakukan oleh seorang manajer efektif adalah memberikan pujian yang tulus dan teguran yang tepat. Kita dapat membuat orang lain melakukan sesuatu secara efektif dengan cara memberikan pujian, dorongan dan kata-kata atau gesture yang positif. Bahkan dalam bukunya yang melegenda, Dale Carnegie (How to Win Friends and Influence People) menempatkan ini sebagai prisip pertama dan kedua dalam menangani manusia, yaitu: (1) jangan mengkritik, mencerca atau mengeluh, dan (2) berikan penghargaan yang jujur dan tulus. Manusia pada prinsipnya tidak senang dikritik, dicemooh atau dicerca, tetapi sangat haus akan pujian dan apresiasi. Tetapi kritik atau teguran yang tepat seringkali justru diperlukan untuk membangun tim kerja yang kokoh dan handal. Yang penting dalam menegur orang lain adalah bukan pada apa yang kita sampaikan tetapi cara menyampaikannya. Teguran yang tepat justru dapat menjadi motivasi dan menimbulkan reaksi yang positif.
Penelitian yang dilakukan dalam lima puluh tahun terakhir menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak semata didasarkan pada nilai uang yang diperoleh (monetary value). Ketika kebutuhan dasar (to live) seseorang terpenuhi, maka dia akan membutuhkan hal-hal yang memuaskan jiwanya (to love) seperti kepuasan kerja, penghargaan, respek, suasana kerja , dan hal-hal yang memuaskan hasratnya untuk berkembang (to learn), yaitu kesempatan untuk belajar dan mengembangkan dirinya. Sehingga akhirnya orang bekerja atau melakukan sesuatu karena nilai, ingin memiliki hidup yang bermakna dan dapat mewariskan sesuatu kepada yang dicintainya (to leave a legacy).

19 May 2005

10 Trik Lepas Dari Broken Heart

Mengalami kegagalan terutama dalam kehidupan asmara memang bukan perkara yang mudah untuk dihadapi. Namun bukan berarti Anda boleh tetap tenggelam dalam kesedihan. Cobalah untuk bangkit kembali dari keterpurukan Anda.

Beberapa hal di bawah bisa Anda lakukan untuk ‘obat’ sakit hati Anda :
1. Yakinkan diri Anda bahwa si mantan bukan orang satu-satunya orang yang bisa membahagiakan Anda. Masih banyak orang lain yang lebih cocok tanpa harus menyakiti Anda seperti dia.

2. Beri ‘napas’ untuk diri sendiri. Hari ini berikan dispensasi untuk menangis jika ingin menangis, mengunci diri di kamar tanpa menyisir rambut, melakukan hal yang ingin Anda lakukan. Tapi ingat, batasi maksimal 24 jam saja. Setelah itu Anda harus kembali lagi menjadi "si gadis penakluk" yang siap menaklukan romeo di luar sana.

3. Ucapkan mantera sakti Anda setiap pagi setelah bangun tidur. Kalimat seperti, “ Saya tak butuh pria macam dia” atau “He’s not worth for me to love”. Kalimat-kalimat seperti ini dapat membangkitkan kembali semangat Anda.

4. Melupakan diet untuk sementara dapat dimaafkan. Memakan coklat lezat favorit Anda, dapat menjadi semacam vaksin. Setiap gigitan coklat Anda memberikan phenylethylamine, semacam zat kimia yang keluar saat Anda jatuh cinta, sehingga diharapkan perasaan Anda akan menjadi lebih baik.

5. Get the new fresher look! Pergilah ke salon, mengganti model atau warna rambut dan membuat penampilan Anda lebih segar. Setelah itu Anda akan menjadi lebih ceria dan percaya diri. Tak akan ada lagi yang menyangka Anda sebagai si gadis patah hati.

6. Singkirkan semua barang yang berkaitan dengan si dia. Mulai dari foto, surat cinta, shaver dia yang ketinggalan, sampai dengan teddy bear bertulisan I Love U pemberiannya. Untuk sementara simpan dalam kotak tertutup dan letakkan di bawah kolong lemari atau ranjang.

7. Some exercise will help. Menurut para ahli, gerakan senam dapat merangsang hormon yang bisa membuat Anda merasa nyaman. Selain itu, jika Anda memiliki energi untuk menangis, mengapa tidak Anda curahkan saja ke olahraga. Tubuh menjadi lebih segar dan perasaan pun menjadi lebih baik.

8. Hang-out dengan teman-teman Anda. Sudah lama tidak ber-ladies-nite-out? Kini Anda bebas kembali tanpa ada kewajiban lapor atau dilarang pergi. Hang-out bersama teman pun dapat membantu mengurangi sedikit beban dan mengusir rasa sepi untuk sementara. Kalau perasaan Anda belum kunjung membaik, mengapa tidak coba menginap saja?

9. Kenakan baju bernuansa hijau. Menurut teori terapi warna, hijau selalu diasosiasikan dengan hati, dengan memakai pakaian hijau perasaan Anda akan mendapat energi yang diperlukan. Selain itu hijau juga dapat menyejukkan perasaan Anda yang tengah terluka.

10. Positive thinking. Mungkin kelihatannya sulit, namun jika Anda mencoba tanamkan pemikiran ini di kepala Anda, mungkin saja soulmate Anda yang sesungguhnya dan lebih baik dari dia telah menanti di luar sana.

18 May 2005

Bila Muda-Mudi Saudi Ketagihan Bluetooth

Semakin hari, teknologi telepon selular semakin canggih dan merambah ke seluruh dunia. Nah yang belakngan cukup popular ialah teknologi Bluetooth yang memungkin kita ber-SMS ria dengan lawan bicara tanpa kita ketahui siapa dia asal terjangkau radiusnya. Nah, muda-mudi Arab Saudin saat ini sedang keranjingan teknologi ini, apa pasal?

Dengan telepon seluler ber-bluetooth, muda-mudi di Araba Saudi bisa ngobrol atau chatting tanpa khawatir bakal tertangkap basah. Maklum di negera ini cukup ketat buat muda-mudi untuk berhubungan secara langsung.

Sebuat saja di resto Riyadh, Saudi Arabia. Para tamu laki-laki dan perempuan harus menempati ruang yang terpisahkan dengan tembok. Di lantai atas diperkhususkan untuk wanita sementara di lantai bahwa untuk para pria. Tidak kehabisan akal dengan teknologi Bluetooth, pria dan wanita sudah bisa saling flirting dengan menukar nomor telepon, foto bahkan mengirim ciuman.

Caranya juga mudah, para pengguna cukup mengaktifkan Bluetooth di teleponnya dan langsung menekan tombol cari, dan dalam sekejap bisa mengetahui siapa saja yang menggunakan fasilitas yang sama dalam jarak 9 meter. Uniknya, para wanita tidak diharuskan untuk memberitahu nama lengkap saat berbicara dengan lawan jenis. Banyak dari mereka yang mengunakan nama arab ataupun nama samaran atau dikenal dengan ID.

Jika mereka tertarik dengan seseorang di area itu, maka pengguna hanya tinggal meng-klik nama untuk berkomunikasi langsung dengan orang yang dituju. Cara pengaktifan Bluetooth juga tidak serumit yang ada. Para pengguna langsung bisa melakukan koneksi tanpa melalui perusahaan telepon.

"Sangat menyenangkan datang ke resto belakangan ini," kata Mona, 21. Hal senada juga diungkapkan tamu lainnya, "Saya sudah menggunakan Bluetooth sejak pertama kali keluar tahun lalu. Kami selalu mencari sesuatu yang baru untuk mewarnai hidup kami," ungkap Reem, 24.

Fenomena ini tentu saja menarik perhatian media, terutama ketika ada seorang tamu wanita yang mengambil gambar foto pengantin wanita dengan gaun pesta. Meski dilarang, namun toh foto-foto itu dengan mudah tersebar. Karenanya pula sempat terjadi kepanikan pada orangtua, saudara perempuan ataupun anak perempuan kalau-kalau ada pria yang melihat. Tak jarang pihak keluarga menyewa pengawal wanita untuk menyita telepon selular dengan fasilitas foto dari tamu-tamu pesta.

Sebetulnya sih pemerintah sudah mencoba mengendalikan penggunaan Bluetooth. Contohnya saja tahun lalu, mereka telah melarang pemakaian telepon selular dengan kamera tapi kemudian berhenti gara-gara fasilitas selular sudah jadi satu paket dengan kamera.

Wah... Ternyata kecanggihan teknologi bisa bikin ruwet juga yah.

17 May 2005

Bila Kisah Full House Jadi Nyata

Namanya menjalin hubungan asmara, tentu setiap insan yang terlibat di dalamnya ingin menikmati manis dan indahnya asmara yang terjalin. Oleh karena itu, berbagai peraturan pun dibuat demi menjaga hubungan asmara tersebut.

Nah, kalau biasanya peraturan-peraturan itu dibuat secara lisan, sekarang ini mulai dibuat dalam bentuk tulisan. Contohnya saja para abg di China. Akhir-akhir ini, "kontrak cinta" menjadi trend di kalangan anak-anak muda di daratan China.

Para abg berbondong-bondong menanda tangani kontrak cinta untuk menunjukkan kesungguhan cinta mereka agar hubungan bersama pasangan kian awet. Kontrak itu biasanya berisi beberapa peraturan, seperti "sekali-sekali beri saya surprise" atau "cobalah membuat saya bahagia tatkala saya sedang sedih."

Namanya peraturan, tentu dibuat untuk dilanggar. Nah, bagi salah satu pihak yang melanggar, akan dikenakan sanksi nantinya. Untuk soal sanksi, biasanya tergantung dari kesepakatan kedua belah pihak.

Lalu dari mana munculnya ide kontrak cinta? Ternyata trend kontrak cinta ini diadaptasi dari film drama Korea, yang sarat dengan cerita romantis, dengan judul Full House. Walaupun begitu, para ahli rupanya tak tinggal diam. Mereka mencoba membuka mata para abg yang sedang di mabuk asmara dengan memberi peringatan bahwa kontrak cinta itu dapat membawa pengaruh entah positif atau negatif pada hubungan asmara.

Tapi yang pasti, kontrak yang satu ini tak memiliki kekuatan hukum di dalamnya. Wah.. Ngga beda sama janji gombal biasa dong.

16 May 2005

Lima Langkah Hadapi Long Distance

Sedih tatkala sang kekasih harus pindah keluar kota atau bahkan ke luar negeri beberapa waktu lamanya? Bisa dimaklumi sih. Tapi kalau kesedihan itu sampai berlarut-larut sehingga aktivitas Anda terganggu, wah itu bahaya.

Lantas bagaimana cara mengatasi rasa sedih dan kehilangan? Tentunya Anda membutuhkan beberapa tips mujarab. Coba simak tips berikut ini :

1. Ingatlah! Anda masih punya teman dan saudara…
Jauh darinya jelas membuat perasaan Anda seperti 'berserakan' dimana-mana, Anda tak tahu harus berbuat apa. Bukankah selain kekasih, Anda juga masih punya teman, sahabat atau saudara untuk tempat berbagi cerita? Nah, tunggu apalagi…segera temui mereka dan jangan biarkan rindu padanya mengaduk-aduk perasaan Anda lagi.

2. Carilah aktifitas penunjang
Buat daftar berbagai aktifitas yang menyenangkan, misalkan ikut kelas yoga di hari Sabtu dan kursus keramik di hari Minggu. Jalan-jalan dengan teman-teman sekantor saat pulang kerja rasanya juga menarik dan menyenangkan. Pokoknya, buat diri Anda sesibuk mungkin, agar Anda tak punya kesempatan untuk menenggelamkan diri dalam tumpukan bantal dan guling dalam kamar sambil menangis karena kangen.

3. Terpenting adalah saling percaya, keterbukaan dan komunikasi
Mungkin Anda agak pesimis untuk menerapkannya, tapi dengan komitmen yang telah dibuat bersama sejak awal awal Anda menjalin hubungan. Pasti konsekuensi ini bisa teguh Anda berdua dipertahankan.

4. Jangan selalu menunggu dan manfaatkan teknologi!
Kalau dia tidak menelepon, bukan berarti Anda harus selalu menunggu kan? Artinya, tidak harus si dia yang selalu aktif menghubungi Anda, tapi Andapun juga harus demikian. Jadi komunikasi Anda berdua tak sempat ada jeda yang mengkhawatirkan. Manfaatkan sarana telepon, sms, pos, e-mail atau chatting di internet jika memungkinkan.

5. Buat cara unik untuk menunjukkannya…
Cara ini sangat ampuh bisa membuatnya selalu rindu dan ingat pada Anda. Misalnya, Anda rutin setiap hari mengirimkan e-card bergambar lucu dengan kata-kata romantis. Atau katakan kata-kata menenangkan sekaligus 'menggairahkan' saat Anda meneleponnya. Mungkin Anda juga bisa mengiriminya boneka atau bantal lucu yang bisa dipeluk saat dia tidur, cara ini cukup ampuh untuk membuatnya selalu ingat pada Anda lho…

15 May 2005

Jabat Tangan Cerminkan Profesionalisme

Ternyata jabat tangan yang kerap anda lakukan dengan partner bisnis atau klien baru, bukan sekedar formalitas pertemuan. Tapi jabat tangan mengandung arti tersendiri. Konon, cara dan gaya anda berjabatan tangan mencerminkan kadar keprofesionalan anda dalam bekerja, sekaligus menunjukkan sifat keseharian anda. Nah, di bawah ini adalah gaya dan cara berjabat tangan beserta artinya, menurut Linda Philips dalam bukunya 'The Concise Guide to Executive Etiquette':

* Gaya kuat
Jabat tangan ini dilakukan dengan cara menggenggam erat dan keras tangan seseorang seolah anda menguasai seluruh telapak tangannya. Karena kerasnya, kadang lawan jabat tangan anda akan merasa sakit akibat tekanan yang cukup kuat. Gaya bersalaman seperti ini menunjukkan bahwa anda kurang memahami kinerja yang profesional. Anda cenderung ambisius dan ingin mencapai sesuatu dengan jalan pintas. Dan parahnya dalam kehidupan sosialisasi anda lebih sering bersikap egois dan mementingkan diri sendiri. Hingga tak heran jika anda jarang memiliki teman bergaul.

* Gaya dua tangan
Gaya yang satu ini dilakukan dengan cara menggenggam tangan lawan dengan kedua tangan anda. Gaya ini sangat tidak dianjurkan jika anda berjabat tangan dengan orang yang baru anda kenal. Karena gaya ini mencerminkan anda bermuka dua dan terkesan ‘cari muka’. Anda juga pandai menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya. Walau sebenarnya anda tidak suka pada seseorang tapi anda bisa bersikap sangat ramah pada orang yang tidak anda sukai.

* Gaya ngambang
Jabat tangan ini dilakukan selintas dengan menyentuh tangan klien atau lawan bicara. Tak ada kesan erat sama sekali pada jabat tangan seperti ini. Jabat tangan ini menandakan bahwa anda sama sekali tidak berminat pada orang yang baru anda kenal. Hal ini juga menunjukkan bahwa anda pribadi yang tidak percaya diri, acuh dan sama sekali tidak meyakinkan. Biasanya tipe ini juga lemah dan malas mempelajari hal-hal yang baru.

* Gaya genit
Gaya ini dilakukan dengan menjabat erat tangan seseorang tetapi diselingi dengan menggelitik telapak tangannya dengan ujung jari. Umumnya cara ini dilakukan jika berjabat tangan dengan lawan jenis. Hal ini menunjukkan bahwa anda pribadi yang suka menghalalkan segala cara demi tercapainya keinginan anda. Terlebih jika berkaitan dengan bisnis. Gaya ini juga menandakan bahwa anda mudah terpesona oleh hal-hal yang bersifat lahir atau fisik.

* Gaya profesional
Gaya ini dilakukan dengan cara meletakkan ibu jari (jempol) di atas tangan lawan jabat tangan anda. Sedangkan jari-jari lainnya anda lekatkan di telapak tangannya. Tekanan jabat tangan ini cukup erat tapi tidak terlalu menekan dan tidak sampai menyakiti. Lamanya jabat tangan ini hanya sekitar tiga detik. Gaya ini merupakan cara yang paling dianjurkan jika anda bersalaman dengan orang yang baru anda kenal atau dengan klien yang anda jumpai setelah lama tidak bertemu. Karena gaya ini menunjukkan bahwa anda pribadi yang hangat, profesional, dan positive thinking.

Nah bagaimana dengan gaya bersalaman anda? Apakah gaya bersalaman anda selama ini sudah mencerminkan profesionalisme? Jika belum, segera perbaiki gaya jabat tangan anda sebelum orang menilai negatif diri anda.