07 May 2005

Memanfaatkan Waktu Libur

Rasanya senang ya kalau menemukan tanggal merah di ujung atau di awal minggu, misalnya pada Hari Jumat atau Senin. Itu berarti liburan anda lumayan panjang, karena umumnya Hari Sabtu juga libur. Liburan dalam jangka waktu yang lumayan cukup membuat anda lega dan rileks. Ya wajar saja, karena sebelumnya rutinitas pekerjaan membuat anda begitu lelah.

Tak heran jika anda ingin memanfaatkan waktu libur semaksimal mungkin untuk beristirahat. Tapi mengisi waktu libur dengan tidur seharian rasanya nggak bagus juga. Bisa-bisa tubuh anda malah 'loyo' karena kebanyakan berbaring. Tahukah anda apa yang harus anda lakukan untuk mengisi waktu libur? Yaitu dengan melakukan aktivitas yang ringan dan menyegarkan pikiran anda. Di bawah ini adalah alternatif yang dapat anda pilih:

* Berkumpul dengan orang-orang dekat
Hari libur adalah kesempatan yang paling tepat untuk bertemu dengan orang-orang yang dekat di hati anda, seperti keluarga, kekasih atau sahabat. Lakukan kegiatan yang menyenangkan bersama mereka, misalnya memasak, berkebun, pesta 'barbeque', atau sekedar berbincang-bincang ringan. Hal ini terbukti mampu meredam stres akibat rutinitas anda.

* Olahraga
Lakukan olahraga yang anda gemari dan dapat menyegarkan. Misalnya berenang, fitness, bersepeda atau jogging. Ngaku deh, pasti di hari kerja anda nggak sempet olahraga. Makanya waktu libur adalah saat yang tepat untuk olahraga. Tapi jangan terlalu diforsir, cukup melakukannya semampu anda, yang penting kan 'fun'.

* Melakukan kegiatan yang berhubungan dengan seni
Kalau kebetulan anda suka menikmati seni, lakukan kegiatan ini di waktu libur. Misalnya nonton film di bioskop, nonton konser musik, pertunjukan tari, teater, mengunjungi pameran lukisan, dsb. Atau jika anda malas keluar rumah, cukup mendengarkan musik dari tape atau radio di rumah. Atau bisa juga sewa VCD dengan film terbaru yang anda tonton di rumah. Bisa juga kalau anda berkaraoke di rumah.

* Jalan-jalan
Kegiatan yang satu ini banyak dipilih dalam rangka mengisi waktu libur. Nggak perlu jauh-jauh, cukup ke mal atau tempat rekreasi terdekat. Ke luar kota juga boleh saja, asal jaraknya tidak terlalu jauh dari kota anda. Karena kalau jauh dikhawatir akan menguras energi dan tentu saja kantong anda. Mungkin bepergian ke luar kota yang jauh dari tempat tinggal anda dapat dilakukan kalau waktu libur anda cukup panjang atau jika anda mengambil 'cuti'.

* Membaca
Membaca bacaan atau buku-buku yang ringan dan berguna seperti buku-buku psikologi dapat menambah kekayaan batin anda. Kalau perlu carilah buku-buku yang berkaitan dengan hobi anda misalnya buku tentang berkebun, karya sastra (novel), memancing, filateli, seni musik, dll. Lakukan dengan santai tanpa membuat kening anda berkerut.

Kalau anda melakukannya dengan senang, tanpa beban dan pikiran yang berat, anda serasa memiliki energi baru. Anda pun lebih 'siap tempur' ketika harus kembali ke kantor. So, happy holiday..!

06 May 2005

Menghadapi Kesulitan Hidup

Sepanjang sejarah umat manusia, telah tertulis berbagai kisah manusia hebat yang mencapai tingkatan tertinggi dalam sejarah masyarakat dunia, seperti misalnya: Mahatma Gandhi, Nelson Mandela, Soekarno, dan masih banyak kisah mereka yang berjuang dalam penderitaan yang luar biasa tetapi akhirnya keluar sebagai pemenang.
Seorang penulis buku terkenal John Gray pernah menulis: ”Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh. ” Jadi sebenarnya kesulitan hidup bukanlah akhir dari segalanya, melainkan justru permulaan bagi kita untuk naik ke taraf kehidupan yang lebih baik. Adalah kesempatan kita untuk tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang lebih baik.
Sesungguhnya Tuhan menganugerahkan kepada kita semua kemampuan dan kekuatan untuk bertahan dalam menghadapi penderitaan dan kesulitan yang sering kali sampai pada batas-batas daya tahan kita sebagai manusia. Namun jika kita tetap bisa bertahan dan memiliki keyakinan yang kuat, kita pasti dapat menahan penderitaan itu.

Kekuatan dalam Menghadapi Penderitaan
Kisah yang luar biasa yang menggambarkan betapa manusia memiliki kekuatan bertahan (the power of survival) yang luar biasa adalah kisah tentang ahli jiwa terkenal, Victor Frankl.
Frankl adalah seorang psikolog keturunan Yahudi. Ia dipenjara dalam kamp konsentrasi maut Nazi Jerman, tempat ia mengalami penderitaan akibat penyiksaan yang di luar batas-batas kemanusiaan. Orang tuanya, saudara laki-lakinya, dan juga isterinya meninggal di kamp konsentrasi tersebut atau dikirim untuk dibunuh di kamar gas.
Selain seorang saudara perempuannya, seluruh keluarganya telah terbunuh dalam insiden sejarah gelap umat manusia. Dia sendiri mengalami penderitaan akibat siksaan dan penghinaan yang tak terperikan, tanpa pernah tahu dari satu hari ke hari yang lainnya apakah ia akan berakhir di kamar gas atau di kuburan massal di depan algojo tembak tentara Nazi. Atau akankah dia berada di antara mereka yang selamat yang akan menyingkirkan mayat-mayat atau menyerok keluar abu mereka yang sudah menemui ajalnya.
Untuk dapat membayangkan penderitaan Victor Frankl, saya sarankan Anda menonton film garapan sutradara Steven Spielberg yang berjudul Schindler’s List atau film Itali yang berjudul Life is Beautiful.
Kedua film itu sangat menyentuh perasaan kemanusiaan saya, tetapi sekaligus menyadarkan kepada kita bahwa kebebasan maupun kebahagiaan itu tidak dapat direnggut oleh siapa pun asalkan kita tetap bertahan dan memiliki keyakinan. Inilah yang disebut oleh Frankl sebagai ”the last of the human freedom” atau kebebasan yang terakhir yang dimiliki oleh manusia, yaitu kebebasan untuk memilih dan menciptakan realitas yang kita inginkan dalam hidup ini.

Kekuatan Pikiran untuk Bertahan Hidup
Dikisahkan lebih lanjut bahwa di tengah penderitaannya di Kamp Konsentrasi Nazi, Frankl kemudian memvisualisasikan dirinya pada keadaan-keadaan yang berbeda, misalnya sedang memberikan kuliah pada para mahasiswanya sesudah dilepaskan dari kamp maut tersebut. Di dalam pikirannya, ia menggambarkan dirinya berada di dalam ruang kuliah dan memberikan pelajaran tentang apa yang ia pelajari selama menjalani siksaan.
Melalui serangkaian kedisiplinan diri secara mental dan emosional ia melatih dirinya dengan menggunakan visualisasi membuahi pikirannya sehingga tercipta embrio kebebasan di dalam pikiran bawah sadarnya. Kemudian dengan disiplin dia menumbuhkembangkan embrio kebebasan itu menjadi lebih besar daripada orang-orang Nazi yang menangkapnya.
Meskipun para sipir penjara itu secara fisik adalah manusia merdeka, tetapi secara mental Frankl memiliki kebebasan yang lebih besar. Ia memiliki kekuatan batin yang lebih besar dan menjadi sumber inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya, bahkan bagi beberapa sipir penjara. Ia menolong orang lain menemukan arti penderitaan dan martabat mereka dalam keberadaan mereka di kamp konsentrasi dan diperlakukan lebih rendah dari seekor binatang.
Di tengah keadaan yang paling hina tersebut, Frankl menggunakan anugerah Tuhan berupa kekuatan untuk bertahan (the power of survival) melalui kekuatan pikirannya (the power of mind) dan kekuatan impian dan keyakinannya (the power of dreams) dengan senantiasa fokus (the power of focus) pada impiannya tersebut.
Ia selanjutnya melatih dirinya dalam penciptaan realitas yang diimpikannya melalui serangkaian kedisiplinan diri (the power of self-discipline) sehingga dia dapat mempelajari secara lebih jauh keberadaan dirinya dan kekuatan yang dimilikinya (the power of learning).
Puncak dari itu semua adalah kekuatan kasih yang dimilikinya (the power of love) yang memungkinkan dia memiliki kedamaian diri dan kerinduan untuk membantu dan memberi semangat serta inspirasi bagi orang-orang di sekelilingnya untuk dapat bertahan dan menemukan kembali martabat kemanusiaan mereka yang terhempas akibat perlakuan yang tidak berperikemanusiaan dari tentara Nazi.
Seberat apa pun beban penderitaan yang kita alami, selama kita memilih untuk tetap bertahan dan fokus kepada impian-impian kita, tidak ada satu pun penderitaan atau kesulitan yang dapat menghalangi kita mencapai hal-hal terbaik yang kita impikan dalam kehidupan ini.

Tetaplah Bergerak dan Lakukan Sesuatu
Kita tidak boleh mempunyai pikiran sedikit pun bahwa jika kita mengalami penderitaan yang sedemikian berat dan menekan, maka dunia kita akan berakhir. Dunia kita akan sungguh-sungguh berakhir jika kita menyerah dan diam dalam keputusasaan.
Berikut ada suatu ilustrasi menarik yang saya ceritakan dalam buku saya yang berjudul Create Your Own Cheese yang dapat menggambarkan hal ini. Kisah ini adalah tentang seorang pendaki puncak Everest di pegunungan Himalaya, puncak tertinggi di dunia.
Dalam dunia pendaki gunung, mendaki dalam kondisi buruk merupakan ujian paling hebat bagi seorang manusia. Tanpa semangat juang tinggi, setiap pendaki akan merasa seakan mati sedikit demi sedikit saat berjuang dengan sia-sia melawan keganasan alam.
Seorang pendaki bernama Beck Weathers berjuang sendirian menghadapi badai ganas yang berhembus dengan kecepatan 100 mil per jam dengan angin sedingin ratusan derajat Fahrenheit di bawah nol.
Banyak alasan yang bisa membawa Weathers untuk menyerah. Dia telah menghadapi gunung itu dan kalah. Dia kekurangan bekal, kehilangan timnya, tidak punya tempat berteduh, dan tidak ada kemungkinan untuk bertahan hidup. Namun karena dihadapkan pada kematian, sesuatu dari dalam dirinya terus memicu untuk terus mengalahkan gunung yang jauh lebih besar daripada gunung yang pernah dia daki sebelumnya.
Dengan tubuh beku, lelah, sendirian, dan setengah hidup, Weathers merasa harus terus bergerak, berdiri, dan menempuh kembali perjalanan yang berbahaya menuju base camp. Sebuah perasaan yang sangat mendalam menggugahnya untuk bertindak.
Saat terlentang di salju itu, katanya, ”saya bisa melihat wajah istri dan anak-anak saya dengan sangat jelas. Saya membayangkan bahwa saya masih punya tiga atau empat jam lagi untuk hidup, sehingga saya mulai berjalan.” Bagi Weathers, beberapa jam berikutnya terasa seperti berabad-abad. Dia mengetahui bahwa beristirahat berarti mati, diapun terus berjalan.
Dia terus berjalan sampai akhirnya jatuh pingsan di salju. Malam harinya, sekelompok regu penyelamat menemukan Weathers dan membawanya ke tenda dan menempelkan botol berisi air panas di dadanya. Beberapa saat kemudian jauh di dalam dirinya, Weathers merasakan sesuatu yang kemudian membangkitkan dirinya dari ujung kematian.
Inilah prinsip yang perlu kita ketahui pada saat mendaki gunung. Jika menghadapi badai (hujan atau salju) kita tidak boleh beristirahat karena diam atau beristirahat berarti mati. Kita harus tetap berjalan agar tetap bertahan hidup. Demikian pula dalam badai kehidupan, jika kita menyerah berarti mati. Kita harus tetap bergerak meskipun dalam keputusasaan.
Chin – Ning Chu, dalam bukunya Thick Face, Black Heart menuliskan bahwa semangat bertahan adalah sifat yang harus ada dalam penjelajahan pertumbuhan pribadi. Semangat ini dimulai oleh para perintis dan pendiri negara Amerika Serikat.
Melalui daya tahan dalam setiap krisis itulah bangsa Amerika dilahirkan dan menjadi besar. Bertahan dengan daya tahan, memahami kesulitan, bertahan dari kesukaran, dan tabah menghadapi siksaan merupakan kunci sukses bagi setiap orang.
Apa yang menjadikan seseorang benar-benar hebat adalah mengetahui bagaimana cara menanggung penderitaan yang tak terperi dan menahan yang tak tertahan. Semua orang pasti tahu bagaimana bisa tumbuh dan berkembang dalam saat-saat tidak ada kesukaran. Namun masa ujian itulah yang justru dapat membedakan mana orang yang benar-benar berisi dan mana orang-orang yang hanya memiliki citra.

Tetap Percaya dan Mengucap Syukur
Apa pun yang terjadi dalam kehidupan ini, Tuhan senantiasa turut bekerja untuk melepaskan saya dalam setiap kesulitan dan penderitaan. Sehingga dengan keyakinan tersebut saya bisa selalu mengucap syukur atas segala perkara yang terjadi dalam kehidupan saya.
Keyakinan atau iman inilah yang membuat saya terus bergerak, selangkah demi selangkah meskipun saya tidak bisa melihat ke mana jalan hidup saya menuju. Keyakinan akan pernyataan Tuhan memberi saya kekuatan untuk bergerak. Janji-Nya bahwa segala sesuatu adalah untuk mendatangkan kebaikan memberi saya harapan bahwa setiap langkah saya — sekecil apa pun – semakin mendekatkan diri saya pada rencanaNya yang terbaik untuk saya.
Kesulitan dan penderitaan janganlah membuat kita berhenti dan menyerah, karena jika kita berhenti maka berarti kematian.
Saya terus berusaha maju selangkah demi selangkah. Saya menyadari berhenti berarti kematian bagi saya (ingat bahwa putus asa dan menyerah sama dengan kematian secara mental!). Dengan kombinasi antara prinsip terus bergerak (kalau tidak berarti mati) dan keyakinan akan pernyataan Tuhan dan janji kebaikan bagi kita saya terus melangkah satu per satu sampai akhirnya saya menemukan tempat atau kebaikan yang dijanjikanNya.

Krisis dan Peluang
Karakter bahasa Cina untuk kata ”krisis” dibentuk dengan menggabungkan dua karakter dasar, yaitu ”kesulitan” dan ”peluang”. Kaum bijak Cina menyadari sifat sejati dari krisis yang sesungguhnya memiliki sisi peluang yang tersamar, seperti halnya pepatah yang mengatakan, ”If God close the door, He will open the windows.”
Jika Tuhan menutup pintu, Ia akan membuka jendela. Bahkan dalam Kitab Suci dikatakan bahwa Tuhan tidak akan menguji manusia di luar kekuatan yang dapat ditanggungnya, sehingga Dia akan memberikan kita jalan keluar sehingga kita bisa mengatasi setiap kesulitan dan penderitaan kita.
Di sini Tuhan tidak saja menghentikan penderitaan atau kesulitan hidup kita, tetapi Dia memberikan jalan keluar atau peluang yang tersamar sehingga kita bisa keluar dari penderitaan kita.
Saya ingin menutup tulisan ini dengan kutipan dari salah satu tokoh idola saya, yaitu Mahatma Gandhi sebagai berikut:
Bimbingan Tuhan sering muncul saat cakrawala dalam keadaan paling gelap.

05 May 2005

Memperat Pertemanan di Kantor

Sebagai mahluk sosial, anda tetap membutuhkan sosialisasi dan interaksi dengan orang-orang di sekeliling anda. Karena itu dimanapun berada, anda tetap membutuhkan jaringan pertemanan yang kuat, kecuali jika anda orang yang sangat individualistis dan tidak butuh bersosialisasi. Tak terkecuali di lingkungan kantor. Sangat disayangkan bila di lingkungan kantor yang cukup luas anda hanya sibuk dengan diri sendiri.

Tetapi untuk membentuk hubungan pertemanan yang kuat di lingkungan kantor, bukan hal yang mudah. Karena masing-masing memiliki 'keakuan' yang berbeda. Tetapi, tentu saja semua itu bisa diupayakan. Berikut ini adalah beberapa kiat agar hubungan anda dan rekan-rekan di kantor terjalin erat:

* Makan siang bersama
Walau kelihatannya sepele, tapi makan siang bersama memiliki efek yang lumayan besar. Kebersamaan yang terjadi di saat anda dan rekan-rekan 'mengendurkan urat saraf' sambil santap siang bisa menjadi ikatan pertemanan yang cukup erat.

* Olahraga bersama
Kalau di kantor anda memiliki group atau komunitas olahraga, masuklah di dalamnya. Keterlibatan anda di dalam klub ini dapat memperkuat hubungan anda dan rekan-rekan yang terlibat di dalamnya. Bahkan, dengan mengikuti perkumpulan ini, hubungan anda dan bos atau rekan-rekan lain yang semula kaku dapat lebih rileks.

* Rekreasi bersama
Jika waktu dan kondisinya memungkinkan, lakukan piknik atau rekreasi bersama rekan-rekan kantor anda. Kegiatan ini akan mengakrabkan anda dan rekan-rekan. Suasana riang dan santai yang tercipta dapat menumbuhkan rasa kebersamaan yang cukup erat.

* Datang ke acara rekan
Menghadiri acara yang diadakan oleh rekan sekantor merupakan suatu bentuk penghargaan pada rekan anda. Datanglah jika anda diundang pada acara pernikahan atau ulang tahun rekan anda. Kadang, anda dihinggapi rasa malas menghadiri acara seperti ini. Tapi kalau anda melakukannya, dampaknya cukup berpengaruh pada hubungan anda dan rekan tersebut. Karena bentuk perhatian seperti ini memang diperlukan untuk menjaga hubungan baik yang telah terbina. Tetapi, seandainya memang tidak bisa hadir, jangan lupa untuk memberi ucapan selamat pada rekan anda.

* Bertegur sapa dan tersenyum
Saling bertegur sapa saat berpapasan plus sunggingan senyum mampu merontokkan 'ego' rekan-rekan di kantor anda. Sapalah mereka dengan kata-kata singkat seperti 'hai', 'hallo', 'selamat pagi', dst. Karena tegur sapa dan senyum bisa jadi merupakan awal dari suatu hubungan yang lebih erat.

Kalau anda termasuk orang yang memahami cara-cara pertemanan yang baik, tentu anda tidak akan mengabaikan hal-hal di atas. Karena, jaringan yang kuat antara anda dan rekan-rekan tidak akan tercipta dengan sendirinya melainkan terbentuk karena upaya-upaya yang telah anda lakukan. Percayalah, jika hubungan yang erat telah terbina, rasa kebersamaan, tolong menolong dan kepedulian akan tumbuh dengan sendirinya. Bukankah hal ini sangat berharga di tengah kehidupan yang semakin 'arogan' ini?

04 May 2005

Meja Kerja Sebagai Cerminan Pribadi

Banyak orang yang nggak 'ngeh' kalau ternyata meja kerja mencerminkan kepribadian dan cara kerja anda. Tatanan atau susunan barang-barang di meja anda ternyata bisa mengungkapkan siapa diri anda sesungguhnya. Bukan itu saja keadaan meja anda juga bisa mengungkapkan cara kerja anda sehari-hari. Setidaknya demikian menurut 'Liza Kanarek' dalam bukunya 'Everything's Organized'. Nah di bawah ini adalah empat jenis meja kerja yang akan mengungkapkan rahasia kepribadian dan cara kerja anda:

1. Meja berantakan
Di atas meja ini, kertas-kertas, buku-buku, dokumen, alat tulis, dan surat-surat dibiarkan dalam keadaan 'semrawut'. Tapi herannya pemilik meja ini tidak merasa terganggu dengan kondisi mejanya. Jika meja anda termasuk meja jenis ini berarti anda sebenarnya adalah pekerja yang kreatif tapi sayangnya anda kurang bisa diandalkan. Anda kurang bisa bertanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan pada anda. Anda juga mudah panik dan sulit membagi pekerjaan berdasarkan skala prioritas. Tetapi memang, jika mood anda lagi bagus, anda bisa menyelesaikan tugas dengan tuntas dan memuaskan. Tapi tetap dengan meja yang berantakan. Karena untuk tipe ini, agaknya akan sulit bekerja dengan kondisi meja yang rapih.

2. Meja kosong
Meja ini nyaris selalu terlihat kosong melompong. Di atasnya hanya terdapat komputer dan telepon. Semua peralatan kerja lainnya seperti kertas, alat tulis, kamus dan buku-buku diletakkan dalam laci meja, sekalipun anda sedang bekerja. Anda baru mengambilnya jika anda ingin menggunakannya. Pemilik meja ini menunjukkan bahwa anda adalah pribadi yang serius dan disiplin dalam bekerja. Jarang sekali anda beranjak dari kursi sebelum pekerjaan selesai. Anda juga tidak akan terpengaruh pada lelucon apapun yang dilontarkan ketika anda tengah bekerja. Karena memang, pada dasarnya 'sense of humor' anda sangat rendah. Sehingga anda cenderung kaku di dalam pergaulan.

3. Meja friendly
Meja jenis ini terlihat semarak. Di atasnya terdapat foto-foto anda dan keluarga, ada boneka lucu, dan berbagai macam pernak pernik. Alat tulis dan buku-buku anda susun dalam wadah yang unik dengan warna-warna-warna ceria. Anda yang memiliki meja ini adalah orang yang terbuka dan humoris, anda seringkali menjadi penghibur orang-orang sekantor. Walaupun terlihat santai, tapi anda cukup kreatif. Andapun cukup bisa diandalkan dan dapat bertanggung jawab terhadap semua tugas yang dibebankan pada anda. Anda bisa menjadi sahabat bagi teman-teman anda di kantor.

4. Meja formal
Meja ini selalu tampak rapih dan bersih. Buku-buku dan file-file dokumen tersusun rapih di atas meja. Apa yang terlihat di meja adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan. Anda yang memiliki meja ini termasuk orang yang serius dalam bekerja. Tetapi anda bukan orang yang 'kaku', anda cukup fleksibel menghadapi rekan-rekan di kantor. Anda bisa membedakan dengan baik kapan waktu untuk bekerja dan kapan waktu untuk bercanda. Anda juga cukup dewasa dalam menghadapi setiap masalah.

Nah mulai sekarang coba perhatikan deh meja rekan-rekan anda di kantor. Siapa tau dengan mengetahui profil meja rekan anda, anda lebih mudah untuk mengetahui siapa yang paling cocok bekerja sama dengan anda. Lalu bagaimana dengan meja anda sendiri...?

03 May 2005

Mau Sukses? Jadilah Orang yang Sabar

Tahukah anda bahwa salah satu kunci kesuksesan adalah ‘kesabaran’? Bagaimana tidak, orang yang tidak sabar akan sulit meraih impian dan cita-cita. Orang yang tidak sabar selalu ingin meraih segala sesuatunya dengan jalan pintas. Dan umumnya jalan pintas bukanlah jalan yang 'lurus'. Coba saja anda ikuti kisah atau perjalanan hidup orang sukses, pasti ada kesabaran di dalamnya. Kalau nggak sabar, mustahil mereka mau merintis sukses apalagi mulai dari 'nol'.

So, anda yang termasuk jenis orang yang 'nggak' sabaran, mulai sekarang berlatihlah untuk menjadi orang yang sabar. Caranya? Ikuti saran berikut ini:

* Berjanjilah pada diri sendiri untuk tidak cepat merasa ‘kesal’ dengan peristiwa menyebalkan yang menimpa anda. Cobalah untuk menepati janji ini. Setiap kali anda dihadapkan pada kejadian yang membuat anda sebal, coba deh tahan emosi dengan cara mencari tempat yang agak sepi lalu hiruplah udara dalam-dalam sekitar 60 detik. Dengan demikian emosi anda akan turun perlahan-lahan.

* Saat stres dan kepala serasa mau pecah, cobalah untuk membayangkan kejadian menyenangkan dan peristiwa lucu atau konyol yang pernah anda alami. Dengan demikian, kepala anda yang tadinya sangat berat dan mau pecah akan terasa lebih ringan.

* Ketika waktu anda tersita untuk menunggu, baik menunggu teman, menanti giliran panggilan di rumah sakit, atau menanti apapun, cobalah mencari kesenangan selama masa penantian. Jangan biarkan diri anda jenuh dan kesal. Anda dapat memanfaatkan waktu menunggu dengan membaca bacaan ringan, ngobrol atau menonton televisi. Sehingga waktu yang anda habiskan untuk menunggu bisa anda lewatkan tanpa beban.

* Carilah kenikmatan diantara kepenatan. Jalan macet, tugas menumpuk, tanggung bulan? Cobalah kosongkan pikiran anda. Kemudian tersenyumlah dan rasakan sensasi sebagai manusia tanpa emosi.

* Satu lagi cara agar anda menjadi manusia yang sabar adalah dengan berdoa. Saat anda merasa suntuk dan jenuh dengan berbagai persoalan hidup, cobalah larikan diri anda dengan berdo'a. Lakukan kontak batin dengan Sang Pencipta secara khusyuk. Dialog batin yang anda lakukan dapat mengaliri jiwa dan raga anda ketenangan yang luar biasa. Anda pun akan lebih sabar menghadapi apapun.

Nah sudahkah anda melakukannya...? Kalau anda melakukan hal-hal di atas berarti anda telah melatih diri sendiri untuk menjadi manusia yang lebih sabar. Dampaknya andapun akan menjadi manusia 'tahan banting' yang pantang mengeluh dan putus asa. Sehingga anda menjadi lebih 'lapang' meraih apa yang anda cita-citakan. Selamat berjuang...!

02 May 2005

Tips Singkat Memulai Bisnis

Berwiraswasta atau bisnis kecil-kecilan belakangan ini banyak dilakukan oleh para pekerja sebagai usaha sampingan. Maksudnya untuk antisipasi jika suatu waktu mereka dihadapkan pada kenyataan pahit, misalnya tiba-tiba di PHK atau berhenti bekerja. Tapi meski hitungannya kecil, melakoni bisnis bukan berarti tanpa syarat.

Paling tidak ada kiat singkat agar bisnis berlangsung ‘mulus’. Tau nggak kiatnya apa aja..? Bagi anda yang mau berbisnis, simak deh
kiat berikut:

* Siap mental
Ini adalah syarat utama jika anda akan menjalani bisnis. Karena sebagai pebisnis, anda harus siap dengan segala resiko. Termasuk resiko kerugian. Karena 'untung rugi' dalam bisnis sudah menjadi hukum alam. So, seorang pebisnis dituntut untuk 'tahan banting' dengan segala resiko dan kemungkinan yang tidak anda inginkan.

* Siapkan modal
Tanpa modal yang memadai, rasanya sulit untuk menjalankan bisnis. Tapi jika anda tak punya modal dalam jumlah yang besar, cobalah jalani bisnis dengan modal terjangkau. Manfaatkan modal dan fasilitas yang anda punya. Jangan memaksakan diri menjalani bisnis besar sementara modal anda terbatas. Sebisa mungkin hindari peminjaman modal yang berlebihan. Hal ini untuk menghindari diri anda dari jeratan hutang yang menyulitkan di kemudian hari.

* Jangan latah
Jangan ikut-ikutan menjalani bisnis yang sedang 'trend' atau 'booming' padahal anda tidak menguasai bisnis tersebut.
Kalau bisa juga jangan menjalani bisnis yang lebih 'pintar' dari anda. Misalnya anda ingin melakukan bisnis warnet, tapi anda sendiri tidak mengerti internet. Kalau anda nekat menjalaninya, resiko kerugiannya akan lebih besar. Usahakan jalani bisnis yang benar-benar telah anda kuasai bidangnya.

* Bermitra
Jika anda tidak menguasai bidang bisnis tertentu tapi anda punya keinginan kuat untuk menjalaninya, mungkin anda bisa menjalin kerjasama atau bermitra dengan pihak yang menguasai. Kalau bisa carilah mitra yang telah anda kenal dengan baik. Lebih bagus lagi kalau mitra anda punya tambahan modal untuk bisnis anda.

* Survey
Sebelum anda benar-benar menjalani bisnis tersebut sebaiknya anda survey sejauhmana kebutuhan masyarakat terhadap bisnis yang akan anda jalani. Mungkin anda bisa mewawancarai calon konsumen. Setelah itu, lakukan publikasi dengan cara promosi ataupun iklan.

Nah sudah siapkah anda berbisnis..? Jika sudah, berarti andapun sudah siap dengan ketatnya persaingan bisnis. Kalau anda sungguh-sungguh menjalani dan sportif dalam bersaing rasanya bukan mustahil jika bisnis anda sukses. Selamat berbisnis..!

01 May 2005

Membuat Impian Menjadi Nyata

Siapapun anda pasti memiliki impian dan khayalan yang indah. Misalnya anda bermimpi jadi seorang konglomerat, mimpi bisa terbang ke bulan atau bahkan bermimpi jadi orang terkaya di dunia. Apapun impian anda, sah-sah saja. Karena sampai detik ini nggak ada undang-undang yang melarang orang untuk bermimpi. So, jangan berhenti bermimpi. Asah dan pupuklah impian anda, sehebat apapun mimpi anda.

Memang, mimpi bisa melecut semangat seseorang untuk meraih mimpinya sekuat tenaga. Hingga tak heran banyak orang yang berhasil meraih kesuksesan karena berawal dari sebuah mimpi. Tapi jangan salah, meski banyak yang berhasil mewujudkan mimpinya tidak sedikit juga yang gagal. Tak jarang kegagalan itu menyebabkan stres, down, depresi bahkan nyaris gila. Mengerikan ya...?

Tapi jangan cemas, meski mewujudkan mimpi itu tidak mudah, tapi ada cara untuk meraihnya. So, bagi anda yang tengah bermimpi, apapun mimpi anda, simak deh kiat untuk meraih mimpi berikut ini:

* Bayangkan apa yang anda impikan
Bayangkanlah seolah-olah anda sudah menjadi seperti orang yang anda impikan. Misalnya anda bermimpi jadi pilot, bayangkanlah anda berada dalam pesawat dan mengemudikannya di udara di antara belantara langit yang luas. Nikmati mimpi anda tersebut. Imajinasi yang fantastis ini akan terus berkembang dan membuat anda memiliki kekuatan untuk meraihnya.

* Fokuskan mimpi anda
Jika anda termasuk pemimpi dalam arti banyak yang anda impikan, fokuskan pikiran anda pada satu mimpi yang benar-benar anda inginkan. Karena terlalu banyak yang anda impikan hanya akan membuat anda bingung meraihnya.

* Jangan abaikan intuisi anda
Walau harus realistis, sebaiknya anda jangan mengandalkan perwujudan mimpi anda pada hal-hal yang bersifat fisik. Nggak ada salahnya jika anda menuruti intuisi atau filling anda. Karena intuisi merupakan konsekuensi yang dapat diramalkan, jika anda mampu menyeimbangkan energi sadar yang anda miliki dengan mimpi atau tujuan anda.

* Dukungan alam bawah sadar
Apapun impian anda, yakinlah bahwa anda bisa mewujudkannya. Jangan sekalipun mengatakan, "Ah rasanya impian saya terlalu tinggi saya nggak sanggup meraihnya". Perlu anda ketahui, apa yang ada di otak anda akan diteruskan ke alam bawah sadar anda. Jika anda sudah merasa gagal, alam bawah sadar anda akan mendukung ke arah kegagalan. Sebaliknya jika anda optimis, alam bawah sadar anda pun akan mendukung anda pada keberhasilan. So,yakinlah kalau anda bisa!

* Singkirkan hambatan mimpi
Enyahkan segala sesuatu yang dapat menghambat mimpi anda. Misalnya anda harus membuang jauh-jauh mental anda yang cepat 'down', merubah sifat anda yang pemalas dan memperbaiki sikap anda yang emosional, dsb.

* Dukungan orang-orang terdekat
Percaya deh, dukungan orang-orang yang dekat di hati anda sangat 'mujarab' untuk memberi anda energi menjemput impian. Maka jangan sepelekan dukungan mereka. Jadikan dukungan itu sebagai kekuatan untuk merealisasikan mimpi anda.

* Jangan mengharapkan 'keajaiban'
Mengharapkan keajaiban bahwa mimpi anda dapat terwujud tanpa usaha keras rasanya sia-sia saja. Lebih baik anda mengatur rencana langkah-langkah apa aja yang harus anda lakukan untuk menjadikan impian anda nyata. Kerja keras dan usaha maksimal jauh lebih baik daripada terus berharap 'bintang jatuh'.

* Pertahankan mimpi anda
Jika anda telah mengumpulkan semua hal yang diperlukan dalam meraih mimpi, pertahankan terus mimpi anda hingga anda berhasil meraihnya. Jangan sekalipun menghentikan mimpi anda sendiri sebelum anda berusaha mewujudkannya.

Nah sudah siapkah anda mewujudkan mimpi anda? Ingat, jangan putus asa jika anda sulit meraihnya. Jangan 'memenggal' impian anda di tengah jalan. Selamat meraih mimpi...!