26 February 2005

Tentang Cinta

Cinta adalah fitrah manusia. Manusia yang tidak punya rasa cinta, dia tidak normal. Namun, terkadang cinta dapat menyengsarakan jikalau tidak pandai menyikapinya. Beruntunglah bagi orang yang memiliki cinta dan pandai memenejnya, sebaliknya, kasihan benar orang yang kurang pandai dalam memenej cinta.

Cinta bukan untuk dilarang dan dikekang, namun cinta harus disikapi dengan cara yang benar, agar tidak menyengsarakan bagi siapapun. Cinta kepada lawan jenis adalah fitrah, namun kadang menipu. Cinta yang tertinggi derajatnya adalah cinta karena Tuhan, cirinya ialah tidak ada paksaan. Sebaliknya, cinta yang rendah adalah cinta karena nafsu, yang dapat menghinakan manusia, cirinya ialah menuruti nafsu syahwat, hilangnya rasa malu, dan sebagainya.

Cinta tidak hanya menjadi fitrah, ia juga bisa menjadi cobaan, bahkan fitnah. Cinta menjadi cobaan ketika sesuatu yang tidak layak dicintai justru dicintai atau cinta tersimpan kurang tepat ditempat yang seharusnya. Cinta menjadi fitnah ketika cinta itu dilandasi oleh nafsu.

Cinta membuat manusia buta dan tuli. Cinta bisa menjerumuskan manusia ke lembah kehinaan dan kenistaan. Namun, cinta pula yang membuat hidup lebih berarti, cinta membuat dunia menjadi tiada bertepi, mustahil rasanya ada kehidupan tanpa cinta. Cinta bahkan dapat mengangkat derajat, kehormatan, dan kemuliaan. Cinta dapat membahagiakan. Semua tergantung dari kepandaian memenejnya. Dan, satu hal, kepandaian tergantung dari ilmu yang dimiliki, karenanya, teruslah menuntut ilmu setiap saat agar dapat terus menyikapi segala sesuatu didunia ini dengan cara terbaik dan dengan tujuan yang benar.

Selamat berlomba dalam cinta.

25 February 2005

Perawan

“Jey, loe harus tahu yang satu ini…” ucap Shanna pelan. “Gue udah nggak perawan lagi…”

“Ah, masa…” ucap Jey ringan sambil terus menikmati rokok kretek murahannya. “Loe becanda khan?”

“Nggak, Jey. Nggak. Gue serius. Gue udah nggak virgin lagi. Gue… Gue udah pernah berhubungan seks…” ucap Shanna sedikit terbata.

“What?!” Jey tersentak mendengar ungkapan Shanna yang begitu serius. “Loe.. Loe udah nggak virgin lagi?!” Shanna hanya mengangguk kali ini. “Shit! Jokes apa lagi ini?! Please, Shan, gue nggak suka jokes semacam ini!” ucap Jey geram.

“Ma... Maafin gue, Jey… Tapi, gue bener-bener serius. Gue nggak mau terus-menerus menyembunyikan semua ini. Gue tahu loe pasti kaget dan kecewa…”

“Ah!” tiba-tiba Jey memotong omongan Shanna sambil mengibaskan tangannya. “Sudahlah! Gue udah bilang kalo gue nggak suka jokes semacam itu. Loe udah ngerusak malam minggu kita, Shan!”

“Gue tahu loe pasti kecewa berat, Jey… Gue… Gue akan terima apapun konsekwensinya…”

“Cukup! Hentikan semua omong kosong ini!” Jey kembali memotong. “Loe sakit, Shan!” lanjut Jey sinis. “Gue akan pulang sekarang, dan jangan temui gue sebelum otak loe normal!” Jey lalu membalikan badannya dan melangkah pergi. Shanna hanya dapat terdiam saat itu, ia tak kuasa menahan Jey. Perlahan air mata membanjiri pipi Shanna, dan dalam waktu singkat Shanna sudah terisak-isak.

“Shit…” lirih Jey pelan sambil menghentikan langkahnya ketika mendengar isakan Shanna. Jey pun kembali menghampiri Shanna. Setelah sesaat mengambil napas panjang, Jey kembali berkata, “Oke… Oke… Gue akan menganggap omongan loe tadi serius… So, sejak kapan loe udah nggak virgin lagi dan sama siapa loe melepas keperawanan loe?”

Shanna yang mendengar pertanyaan Jey menjadi semakin terisak. Perlahan Shanna mencoba mengangkat wajahnya untuk menatap Jey, namun kemudian kembali tertunduk setelah melihat mata Jey yang menatapnya tajam.

“Ti… Tiga tahun lalu…” jawab Shanna terbata. “Se.. Semua gosip yang selama ini beredar adalah benar…”

Seakan remuk batin Jey mendengar itu semua. Akhirnya terjawab sudah gosip yang selama ini beredar. Jey kini hanya mematung. Ia tak tahu apa lagi yang harus dilakukan. “Shanna…” hanya lirih itu yang keluar dari lisan Jey.

“Maafin gue, Jey…” lirih Shanna masih menundukkan wajahnya.

Jey menarik napas panjang, lalu menghembuskannya. Diraihnya dagu Shanna untuk membuat Shanna kembali mengangkat wajahnya. Kini dapat dilihat jelas mata Shanna yang berlinang air mata.

“It’s okay, Shan…” ucap Jey pelan. “Gue tahu di zaman yang serba gaul ini sangat sulit untuk mempertahankan sebuah keperawanan…” lanjutnya lagi. “Tapi… Tapi, ini bukan hal yang mudah bagi gue, Shan… Maafin gue…” Jey membelai lembut rambut Shanna lalu pergi meninggalkan Shanna seorang diri.

* * *

“Brakkk!!!” Jey membanting pintu kamarnya, kemudian menjatuhkan diri ke kasur bututnya. Ia tampak begitu resah dan kecewa. Baginya, sangat sulit menghadapi kenyataan seperti itu.

“Brakkk!!!” kini rak buku yang ada di satu sudut kamar Jey menjadi berantakan seketika setelah dilempari bantal guling. Jey seperti orang yang kehilangan kendali malam itu.

Sambil menatap langit-langit kamar, mata Jey tampak berkaca-kaca. “Gue udah nggak virgin lagi… Gue udah nggak virgin lagi… Gue udah nggak virgin lagi…” kalimat itu serasa terus bergema di telinga Jey. Jey benar-benar shock mendengar pengakuan Shanna itu. Sebuah jawaban yang sama sekali tak pernah terlintas di batin Jey untuk ditanyakan. Selama ini memang Jey tak pernah menghiraukan gosip yang beredar jika Shanna sudah tidak virgin lagi, terlebih dengan sikap Shanna yang tidak pernah peduli terhadap gosip itu. Namun, ternyata itu semua adalah benar. Dan itu keluar dari mulut Shanna sendiri!

* * *

Sudah 3 hari ini Jey tidak menghubungi Shanna. Demikian juga Shanna, setiap kali bertemu Jey di kampus, ia hanya terdiam kaku. Shanna tak tahu apa yang harus dilakukan. Ia hanya pasrah menghadapi sikap Jey terhadapnya, sebuah konsekwensi yang mau tidak mau harus ia terima.

“Hei, Shan…” tiba-tiba Jey menegur Shanna yang sedang termenung sendiri di pelataran kampus. Dengan senyum tersembul, Jey melanjutkan, “Nanti malam kita nonton yuk, ada film baru lho…”

Shanna tak percaya pada apa yang didengar dan dilihatnya. Seorang Jey tengah duduk disisinya dan seakan tak pernah terjadi apa-apa diantara mereka, Jey mengajaknya kencan!

“Jey?” lirih Shanna sambil mengerutkan dahinya.

“Gimana? Mau nggak? Gue yang traktir deh.” Ucap Jey lagi membuat Shanna semakin menganga.

“Tapi... Tapi Jey…” lisan Shanna terbata.

“Tapi? Tapi kenapa?” Jey bertanya.

“Gue nggak sedang bermimpi khan?” Shanna balik bertanya. Jey terus tersenyum.

“Shanna sayang…” ucap Jey, “Maafin sikap gue ya selama beberapa hari ini… Juga maafin atas sikap gue malam itu…”

“Maaf?”

“Ya, maaf.” Ucap Jey lagi. “Terus terang gue shock berat mendengar kejujuran loe saat itu, tapi sekarang gue sadar, sikap gue itu salah…”

“Loe nggak sedang bercanda khan, Jey?” potong Shanna sambil tetap mengerutkan dahinya.

“Sama sekali nggak” jawab Jey meyakinkan. “Sudahlah, lupakan semua masa lalu loe, loe yang dulu sudah nggak ada lagi… Dan yang ada sekarang adalah kita… Loe masih mau khan jadi pacar gue?” Masih dengan dahi mengkerut, Shanna terus menatap dalam mata Jey. “Shanna…?” ucap Jey menunggu jawaban. Shanna seketika tersenyum, lalu mengangguk pelan. Jey tersenyum puas melihat anggukan Shanna. Diraihnya tangan Shanna, lalu sambil mengeluarkan secarik kertas dari saku bajunya, Jey berucap, “Oya, Shan. Ini gue punya puisi buat loe… Baca deh…”

Shanna menerima kertas itu, lalu dibacanya….

Ada cinta yang kubenci, ada benci yang kucinta
Ada sebuah kejujuran yang menyakitkan, ada kebohongan yang membahagiakan
Dan seorang wanita bernama Shanna telah terlanjur untuk kucinta
Namun kemarin malam ia berkata-kata, kata-kata yang membuatku kecewa

Shit! Luka yang diberikannya telah menghalangi pandanganku pada masa lalu
Masa lalu yang indah, ketika ia dan aku melupakan semua
Shit! Kejujuran itu terlalu menyakitkanku
Kenapa? Kenapa ia setega itu?
Lalu dengan geram kuhempaskan ia
Aku terpukul oleh kenyataan!
Dan kutahu ia pun tersisihkan…

Lalu tadi malam ku tertidur tanpa ia dalam mimpiku
Adakah ku telah sebegitu dalam membencinya?
Hingga dalam mimpi pun ia tetap ku hempas?

Shit! Shit! Shit!
Tadi pagi ku tak lagi dapat menikmati kopi panasku
Gelasnya pecah ku hancurkan
Dan aku lelah merapikan rak buku yang kurusakkan!
Dan aku sesak oleh asap rokok yang terlalu banyak kuhisap!

Dan kini ku terlagi sulit tertidur

Foto Shanna di satu sisi hatiku sejak semula tak pernah berpindah
Kuterpandangi padanya
Shit! Foto itu tak turut hancur bersama remuknya hati
Dan aku terus dipaksa untuk menatapnya
Ada apa ini?

Oh, God…
Aku masih mencintainya…!

Dan sebuah bisik cinta mengalir lembut ditelinga ini
Menceritakan tentang segala masa lalu
Dan mengingatkanku pada cintaku sendiri

“Aku sudah tidak perawan lagi…”
Gema itu kini terasa lembut…
Aku menjadi begitu menghargainya
Dan aku tersadar jika aku sedang diselimuti cinta, bukan lagi oleh hawa

Shanna…! Shanna…!
Aku cinta kamu…

Mata Shanna berkaca-kaca membaca puisi itu. Lalu tanpa melipat kertas itu lebih dulu, ia meraih tubuh Jey lalu memeluknya. “Thanks… Jey” ucapnya lirih.

“Hei… Back to topic, jadi loe mau khan nanti malam gue traktir nonton?” Jey mencoba melepaskan suasana sentimentil itu.

“Iya…” angguk Shanna.

“Filmnya mulai jam delapan empat lima, jam delapan gue jemput loe ya… Oya, tapi makan malamnya loe yang traktir ya…”

“What?!”

Khajeya

24 February 2005

Puisi Haiku

Hening diri memutar sesuatu didiriku pada masa lalu
Memperkosa jari-jari tanganku untuk beraiku
Aku menjadi seseorang yang melancholish

Hantu, hantu ...
Datanglah padaku
Mengapa kalian hanya datang bertiga ?

Kegelapan dimensi entah keberapa hadir
indera-inderaku pun gelagapan

Bambu ...
Kucoba memasuki lubangnya
memasung diriku sendiri
Ah, dasar bambu lemah, kau pecah !

Makhluk aneh yang telah lama tak kujumpa kini hadir dipelupuk mata
Sentuhi tepat didadaku
Aku kan tidak mengundangmu !
Enyah !

Seseorang gadis dengan sebuah nama hanya melintas saja
Mengganggu aku yang sedang semedi digua hirarki
Kesaktianku lenyap, ego membara ...
Dan lagi-lagi haiku tak hanya sebatas bait syair dari gerak jari
Tapi juga adalah hidupku sendiri
Ya, paling tidak hidupku hari ini

23 February 2005

Tips Kalau Melihat Hantu

Tak seorang pun ingin melihat hantu. Tapi ketika hantu itu tiba-tiba muncul, adakah yang bisa menduganya? So, untuk jaga-jaga, ada baiknya kamu baca tips dari Njum berikut. Sekedar catatan, Njum itu sudah sering ketemu hantu, lho! Bahkan saking seringnya sampai-sampai doi nggak bisa ngebedain lagi antara Ari dan hantu.

Pertama
Saat hantu itu muncul persis di depan hidungmu, yang harus kamu lakukan adalah menarik nafas sedalam mungkin. Ini penting untuk menenangkan hatimu. Selain itu, dengan mengambil nafas dalam-dalam, akan memperkecil kepanikan.

Kedua
Buka matamu lebar-lebar. Kalau matamu minus, lekas gunakan kacamatamu. Pastikan bahwa yang kamu lihat itu benar-benar hantu, bukan tukang sate atau pak RT. Ciri-ciri hantu sebagai berikut: tidak menyentuh tanah, tidak ada ekspresi di wajahnya, kulitnya pucat, dan tubuhnya menebarkan bau harum. Pastikan bahwa hantu tersebut benar-benar hantu sebelum melakukan tindakan berikut.

Ketiga
Jika yang kamu lihat itu benar-benar hantu, langkah selanjutnya adalah mencari tahu apakah hantu itu mrlihatmu atau tidak. Jika hantu tersebut tidak melihatmu, itu bagus. Tapi kalau hantu itu melihatmu, anggap saja ia tertarik padamu. Jangan mengalihkan pandangan, sebaliknya, tataplah hantu itu seperti ia menatapmu. Sambil menatapnya, kamu bisa mengedip-ngedipkan mata atau tersenyum. Setelah itu tunggu reaksinya.

Keempat
Kalau kamu mendengar hantu itu tertawa, jangan takut apalagi panik. Kalau hantu itu tertawa, seharusnya kamu justru marah. Soalnya itu berarti kamu ditertawakan. Ingat, sebagai manusia, seburuk apapun sikap dan wajahmu, kamu diciptakan sebagai khalifah. Dengan kata lain, manusia memiliki derajat yang paling tinggi dari mahluk apapun di muka bumi ini.

Kelima
Meski dilahirkan sebagai pemimpin, nggak berarti manusia bisa bebas dari rasa takut. Dan rasa takut itu wajar. Karena itu, kemunculan hantu biasanya disertai dengan munculnya rasa takut. Disinilah kuncinya. Artinya yang harus kamu hadapi sebenarnya bukan hantu itu, tapi rasa takut di hatimu. Bisakah kamu mengusir rasa takut itu? Kalau kamu bisa, hantu seseram apapun dan sebanyak apapun tidak akan menjadi masalah.

Keenam
Ada
anggapan kalau ketemu hantu itu berarti kita sedang apes atau sial. Sebenarnya, hantu pun sama seperti kita: ia akan sial atau apes kalau ketemu manusia. Sebab untuk menampakkan diri pada manusia, hantu itu memerlukan energi yang besar. So, kalau kamu bertemu hantu, bergembiralah. Setidaknya masih ada hantu yang rela mengeluarkan energi besar hanya untuk bertemu denganmu.

Ketujuh
Mungkin, mungkin lho, kalau ketemu hantu itu berarti kita sedang sial. Tapi kebanyakan orang kalau ketemu hantu, pasti langsung membaca ayat-ayat suci atau setidaknya mengingat nama Tuhannya. Artinya, bertemu hantu nggak selamanya sial, tapi juga bisa menjadi hikmah. Paling tidak, saat bertemu hantu, kamu jadi ingat lagi dama Tuhan yang selama ini, mungkin, telah kamu lupakan.

22 February 2005

Cara Bijak Menolak Doi

Dalam urusan cinta nggak boleh ada istilah pemaksaan. Kenapa? Sebab cinta itu urusannya sama hatik dan bicara hati berarti nggak pernah lepas dari yang namanya perasaan. Nah, inilah yang nggak bisa dibohongi. Bahkan seorang pembohong, tukang tipu dan jago ngibul sekalipun nggak akan pernah sanggup manakala ia harus membohongi dirinya sendiri dalam soal cinta. Intinya cinta itu nggak bisa dipaksa. Berarti cinta itu butuh kejujuran, dong. Apa artinya cinta kalau kamu nggak bisa jujur sama diri sendiri, sama perasaanmu sendiri. Jujur mengakui perasaan itu lebih baik. Kalau kamu memang tidak mencintainya kenapa harus berbohong? Kenapa harus berpura-pura, kenapa tidak menolaknya, ketimbang menerima tapi tidak sepenuh hati.

Minta Waktu
Nggak bisa mengatakan detik itu juga? Kenapa nggak minta waktu sama doi untuk berpikir. Memang sih dengan begitu kesannya kamu tuh ngasih harapan ke dia, tapi kayaknya nggak juga deh. Sebab bisa jadi ini menunjukan kalau keputusan yang akan kamu ambil, sepahit apapun itu bukan tanpa alasan. Ya, setidaknya sudah kamu pikirkan baik-baik. Terserah doi mau kecewa atau merana, yang jelas itu masih lebih manusiawi ketimbang kamu menolaknya detik itu juga, jadi kesannya nggak dipikirin atau dipertimbangkan lagi, langsung divonis, nggak enak tau.

Katakan Langsung
Kalau doi mengungkapkan perasaannya secara langsung, kamu juga harus demikian, sampaikan penolakan kamu itu di depan hidungnya sendiri, jangan lewat perantara seperti telepon atau surat, juga jangan lewat orang ketiga. Sebab itu bukan cuma menyakitkan tapi juga melecehkan! So, kalau kamu masih punya perasaan coba deh untuk mengatakannya secara langsung. Bukan apa-apa, ini soal harga diri!

Nggak Perlu Jujur
Setiap orang berhak untuk dicintai dan dicintai, dan pada saat yang sama semua orang juga bebas lho menentukan pilihannya. Doi suka sama kamu bukan berarti kamu harus menyukainya, bukan? Nah, kalau kamu benar-benar tidak menyintai doi, kalau kamu tidak tertarik dengannya lantaran ada yang kamu nggak suka dari dirinya, ya jangan dikatakan. Dalam hal ini kejujuran adalah sebuah dosa besar. Cari alasan lain yang lebih manusiawi, misalnya karena masih sekolah, kuliah, kesibukan kerja, belum waktunya atau kamu punya alasan lain. Yang penting sekali lagi jangan katakan kalau kamu nggak suka sama sifatnya apalagi fisiknya. Biarkan doi mencari jawabannya sendiri, biarkan doi menemukan kekurangannya itu, ok. Atau kalau memang nggak ada alasan lain, coba ajakasih alasan ini, “Maaf ya, sebenarnya aku tuh pecinta sesama jenis…”

Yakinkan Doi
Menolaknya bukan berarti nggak ada yang bisa kamu lakukan buat doi. Mungkin untuk yang teakhir kalinya kamu kasih semangat buat dia. Caranya kasih tau kelak doi akan dapat orang yang lebih baik dari kamu, dan kalian akan lebih nyaman kalau hanya sebagai sahabat, tidak lebih. Percaya deh, kamu pasti bisa meyakinkan doi. Biasanya ucapan ini akan jadi pertimbangan baik buatnya. Ya, setidaknya doi nggak apes-apes banget.

21 February 2005

Tips Mencari Pasangan

Buat mereka yang masih menyandang status jomblo, tak ada agenda yang lebih penting untuk dilakukan selain mencari pasangan, pendamping, pacar, kekasih atau apapun namanya. Berikut ini ada beberapa poin yang bisa dijadikan referensi dalam menyeleksi sang kekasih, tentu saja biar kamu nggak salah pilih ‘n biar nggak menyesal nantinya. Oya, tips ini juga berlaku lho buat kamu yang lagi bingung mau pilih yang mana. Dan satu hal lagi, sebelum kamu menentukan pilihan, ingat, jangan terlalu kaku dengan tipe ideal yang kamu inginkan. Masalahnya di dunia ini bukan hanya nggak ada manusia yang sempurna, tapi kalaupun ada apa iya doi mau sama kamu? Belum tentu kan? So, punya tipe ideal sih boleh, asal jangan maksa, gitu. Lagian kalau mau yang muluk, emangnya loe siapa?

Info Seputar Doi
Mengetahui doi sedetail-detailnya memang penting bahkan wajib tuh hukumnya. Kan ada istilah tak kenal maka tak sayang dan tak sayang maka tak cinta. Lha, gimana kamu mau mencintainya kalau mengenalnya aja nggak. Banyak lho cara unuk mengenal doi lebih dekat, misalnya lewat jalur khusus benama pdkt langsung. Atau kalau kamu nggak punya nyali, kenapa nggak menggunakan jasa seorang comblang. Pokoknya lakukan apapun yang bisa kamu lakukan untuk mengenal doi lebih dekat, untuk mendapatkan infi sebanyak-banyaknya tentang doi seorang.

Kepribadiannya
Daya tarik seseorang itu bukan hanya sebatas fisik lho, tapi yang lebih penting lagi adalah kepribadiannya. Tentu saja kepribadian di sini bukan rumah pribadi, kendaraan pribadi atau deposito pribadi, tapi lebih kepada sikap dan karakternya. Ini satu poin yang sangat menentukan. Ingat lho, fisik bisa kendur dan tampang bisa luntur, tapi ada lho yang kebih abadi dari itu semua yaitu sifat dan sikapnya. Lagipula punya pacar cantik atau ganteng itu nggak enak, sebab konon katanya mereka cenderung gampang pindah ke lain hati. Tentu saja dengan mengandalkan tampang dan pesonanya yang kece itu.

Latar Belakangnya
Luas nggak latar belakangnya, kontrakannya ada berapa dan satu lagi yang nggak kalah penting, warisannya. Lho kamu tuh sebenarnya mau cari pacar atau makelar tanah sih, kok yang dipikirin soal tanah warisan. Hey, semua itu nggak ada gunanya kalau ternyata doi nggak cinta apalagi setia. Memang sih, cinta saja tidak cukup, but itu bukan alasan jadi maruk, kan? Oya, latar belakang disini maksudnya bukan halaman rumahnya, tapi keadaan di luar doi. Contoh, keluarganya, pergaulannya atau bisa juga pendidikannya. Dari sana kamu bisa menyimpulkan siapa doi sebenarnya dan layak nggak dijadikan pendamping.

Lihat Usahanya
Ada
yang bilang kalau mau menegetahui seberapa besar cinta doi padamu lihat dari cara dia mendapatkan kamu, lihat dari seberapa gigih usahanya itu. Kalau doi serius, mati-matian ngejar kamu, bisa dipastikan doi tipe yang setia. Rumusnya sederhana: semakin doi gigih ngejar kamu, semakin kecil pula kemungkinan doi bakal menduakanmu kelak. Sebab, dalam psikologi ada teori yang bilang begini: seseorang akan lebih menghargai sesuatu jika sesuatu itu didapatnya dengan usaha susah payah. Gitu, lho.

20 February 2005

Kau kekasih terbaik yang pernah kumiliki

Lalu aku tersadar, setelah tertidur dalam waktu panjang
Aku sepi…
Sejak dulu aku sendiri, tapi baru kali ini aku merasa sepi
Dan malam ini aku teringat pada semua
Cinta, amarah, egoisme…
Lalu terpusat pada seorang putri
Tangannya belum pernah kusentuh
Menatap, sesekali…
Dan lebih banyak diam.
Aku begitu menghormatinya, mencintainya
Aku tidak bodoh! Dan aku pria normal
Mendekap dan mendamaikannya
Berbisik lembut, bercerita tentang segala…
Namun aku terlalu mencintainya…

Inginku membanggakan kau kepada dunia…
Kau, ya, kau…
Kau perempuan tertegar yang pernah ku kenal…
Bahkan disaat tersakiti sekalipun…
Dan kau tak pernah malu menertawakan kulit hitamku…
Dan, kau terlalu lugu untuk berbohong
Kau takkan sanggup melupakanku…
Kau takkan sanggup tidak memaafkan aku…
Dan kau kekasih terbaik yang pernah kumiliki…

Khajeya
Untuk Dhillah,
Kemarin, hari ini, dan nanti…